indosat

PT Indosat Tbk didirikan pada tanggal 10 November 1967 oleh Pemerintah, sebagai Perusahaan penanaman modal asing untuk memberikan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1969 untuk membangun, mentransfer dan mengoperasikan stasiun bumi International Telecommunications Satellite Organization atau Intelsat, di Indonesia untuk mengakses satelit-satelit di wilayah Samudera Hindia milik Intelsat untuk jangka waktu selama 20 tahun. Sebagai konsorsium global dari organisasi komunikasi satelit internasional, Intelsat memiliki dan mengoperasikan beberapa satelit telekomunikasi.

Setelah diadakannya perubahan peraturan di bidang industri telekomunikasi Indonesia pada tahun 1999 dan 2000, Indosat mulai menjalankan strategi bisnis yang dirancang untuk mengubah Indosat dari penyelenggara jasa telekomunikasi internasional utama menjadi penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi terpadu penuh yang terkemuka di Indonesia. Pada tahun 2000, Pemerintah memberlakukan UU Telekomunikasi untuk mendorong liberalisasi industri yang memberikan dampak langsung pada bisnis. Pada tahun 2001, sebagai bagian dari inisiatif Pemerintah untuk merestrukturisasi industri telekomunikasi, Indosat mengadakan suatu perjanjian dengan Telkom yang bertujuan untuk menghapus kepemilikan silang masing-masing di beberapa anak-anak perusahaan, yaitu:

  • pembelian 22,5% kepemilikan saham Telkom di Satelindo oleh Indosat;
  • pembelian 35,0% kepemilikan saham Indosat di Telkomsel oleh Telkom; dan
  • pembelian 37,2% kepemilikan saham Telkom di Lintasarta oleh Indosat dan pembelian obligasi konversi Lintasarta yang dipegang oleh Telkom.

Setelah diadakan perjanjian dengan Telkom, Indosat membeli 45,0% kepemilikan saham di Satelindo, melalui pembelian PT Bimagraha Telekomindo atau Bimagraha pada tahun 2001 dan membeli 25,0% kepemilikan saham lainnya di Satelindo dari DeTe Asia pada bulan Juni 2002. Untuk memperkuat struktur permodalan Satelindo dan menghapus beberapa ketentuan mengenai pembatasan yang timbul akibat hutang Satelindo, Indosat menyetor tambahan modal ke Satelindo sebesar US$75.0 juta pada bulan Juli 2002.

Pada bulan Agustus 2002, Indosat memasuki sektor jasa telekomunikasi domestik setelah memperoleh ijin penyelenggaraan jasa jaringan tetap lokal di wilayah Jakarta dan Surabaya. Indosat menyediakan sekitar 13.000 sambungan telepon di wilayah tersebut untuk menyediakan jasa telepon tetap lokal dan mencanangkan tujuan strategis Indosat sebagai penyelenggara jasa dan jaringan terpadu penuh di Indonesia. Pada tahun 2002, Pemerintah melakukan divestasi secara dua tahap atas 517,5 juta sahamnya, yaitu sekitar 50,0% dari saham Seri B Indosat pada saatitu. Pada bulan Mei 2002, Pemerintah menjual 8,1% dari saham biasa yang ditempatkan di Indosat melalui tender global yang dipercepat. Pada bulan Desember 2002, Pemerintah menjual 41,9% dari saham Seri B di Indosat kepada (bekas) anak perusahaan dari STT. Per tanggal 31 Maret 2009, Pemerintah memiliki 14,29% dari saham yang telah ditempatkan oleh Indosat, termasuk satu saham Seri A, dan ICLM dan ICLS, memiliki 65,0% dari saham biasa Seri B di Indosat. ICLM dan ICLS dimiliki oleh Qtel. Per tanggal 31 Maret 2009, 20,71% dari saham Seri B Indosat dimiliki oleh masyarakat.

  • VISI

Menjadi perusahaan penyedia solusi informasi dan komunikasi pilihan di Indonesia.Tidak hanya dalam bidang telekomunikasi, tetapi dalam bidang penyedia informasi dengan seluruh divisi yang kami punyai. kami tidak puas hanya menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua setelah telkomsel. Dengan pertumbuhan pelanggan dan dukungan pelanggan bersama para investor, kami berusaha untuk menjadi yang terbaik di bidang penyediaan informasi dan telekominikasi.

  • MISI

o   Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelanggan.

o   Meningkatkan shareholder value secara terus menerus.

o   Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik.

o   Mengedepankan kualitas dan layanan karyawan dalam segala lini

o   Memberikan pelayanan dengan semangat dan jiwa muda.

  • Solusi inovatif yang ditawarkan Indosat:

im3 h

jjj

Lingkungan Umum / Remote Environment

Lingkungan ini adalah suatu tingkatan dalam lingkungan eksternal organisasi yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut pada dasarnya di luar dan terlepas dari operasi perusahaan.

o   Faktor Ekonomi Krisis moneter yang kemudian disusul dengan tejadinya krisis ekonomi telah membuat terpuruknya perekonomian Indonesia. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar secara drastis dan fluktuatif, banyak menyulitkan perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang terutama diakibatkan pinjaman luar negeri yang besar. Hancurnya sektor keuangan khususnya perbankan dan tingkat suku bunga yang sangat tinggi mencapai 70% telah membuat dunia usaha kesulitan untuk mendapatkan kredit yang memadai untuk mengembangkan usahanya. Krisis ini diperburuk dengan terjadinya krisis kepercayaan, yang mengakibatkan terjadinya penolakan letter of credit oleh pihak luar negeri. Kontraksi ekonomi yang diperkirakan mencapai 13% ditahun 1998 ini, inflasi yang tinggi (menurut data BPS dalam periode Januari-September 1998 inflasi telah mencapai 75%), banyaknya PHK, dan pada gilirannya memperbesar jumlah penduduk miskin. Dengan turunnya pendapatan riel masyarakat maka daya beli masyarakat melemah. Semua masalah diatas sangat menyulitkan bagi dunia usaha di Indonesia saat ini.

o   Faktor Sosial Kemajuan ekonomi yang pernah terjadi selama periode 1969-1996, telah banyak merubah keadaan sosial di Indonesia. Jasa telekomunikasi pada saat ini telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, baik untuk dunia usaha maupun di luar dunia usaha. Keberhasilan program Keluarga Berencana juga telah merubah keadaan demografi Indonesia. Jumlah penduduk usia produktif akan terus meningkat, yang tentunya akan semakin banyak memerlukan jasa telekomunikasi dalam kegiatannya . Hal-hal diatas merupakan peluang bagi perusahaan-perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.

o   Faktor Politik Keadaan politik dalam negeri yang masih belum stabil pada saat ini, sedikit-banyak cukup mempengaruhi kegiatan ekonomi nasional. Disusunnya beberapa Undang-Undang, seperti: UU Kepailitan, yang berpengaruh pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan; dan UU Persaingan Sehat, untuk bisnis yang bersih, yang ditujukan untuk menghapus praktek monopoli atau pun kartel. Khusus untuk jasa telekomunikasi internasional, pemerintah tetap memberikan komitmen untuk mempertahankan duopoli Indosat-Satelindo hingga tahun 2003. Dengan akan berakhirnya duopoli tersebut, maka diperlukan kesiapan dalam menghadapi munculnya pendatang baru.

o   Faktor Teknologi Teknologi telekomunikasi merupakan teknologi yang cepat berkembang, seiring dengan berkembangnya industri elektronika dan komputer. Trend teknologi telekomunikasi ini semakin ke arah teknologi digital, semakin besar kapasitas, semakin sederhana perangkatnya, perluasan daya jangkau, keamanan dan privacy lebih baik, personalitas dan penambahan fasilitas yang lain. Evolusi teknologi telekomunikasi saat ini mempunyai kecenderungan untuk beralih via radio, optik atau satelit.

o   Faktor Ekologi Pada saat ini dunia bisnis semakin dituntut tanggung-jawabnya terhadap lingkungan. Industri telekomunikasi telah mencoba membuat produk yang ramah lingkungan, dan bagi sektor jasa telekomunikasi relatif tidak menghasilkan limbah sama sekali.

 

Lingkungan Industri

Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasionalisasi perusahaan.

Menurut Michael Porter dalam bukunya Competitive Strategy, keadaan persaingan dalam suatu industri tergantung lima kekuatan persaingan pokok, yaitu:

Ancaman Masuknya Pendatang Baru Bisnis pertelekomunikasian merupakan bisnis yang dinamik, menarik, multi aspek,dan pelopor dalam ekspansi global. Di sisi lain pelbagai bukti empirik secara tak langsung telah membuktikan bahwa sektor telekomunikasi merupakan sektor bisnis yang paling diminati oleh perusahaan multi nasional dalam kerangka ekspansi dan globalisasinya Ini terjadi baik dalam rangka swastanisasi maupun dalam konteks aliansi strategis antar pelaku di negara maju maupun dalam ekspansi ke negara berkembang. Berdasarkan kebijakan pemerintah struktur pasar jasa telekomunikasi sudah diatur sedemikian rupa sehingga perusahaan-perusahaan yang akan masuk dalam industri ini akan mengalami kesulitan. Modal yang dibutuhkan untuk memasuki industri ini sangat besar, mengingat mahalnya teknologi yang digunakan dan biaya pembangunan jaringan yang luas. Sehingga yang dapat masuk ke industri ini adalah pengusaha-pengusaha bermodal besar ataupun perusahaan-perusahaan raksasa yang telah mapan.Jadi dengan kondisi tersebut di atas, maka kecil kemungkinannya pendatang baru untuk dapat memasuki industri ini, karena banyaknya barrier to entry, yang sengaja dibuat agar tidak meruntuhkan pemain yang sudah ada.

Kekuatan tawar-menawar pembeli Jumlah pelanggan telekomunikasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yang pada akhir Pelita VIII (2009) diproyeksikan mencapai 21 juta saluran telepon dengan rasio 9 per seratus orang. Kalau dibandingkan misalnya padatahun 1996 Swedia (tertinggi dunia) sudah mencapai 68 per seratus orang, dan hongkong 54 per seratus orang. Pelanggan di Indonesia pada umumnya tidak mempunyai daya tawar yang cukup kuat terhadap jasa telekomunikasi dasar ataupun jasa sambungan langsung internasional, karena tidak punya pilihan sarana telekomunikasi. Dan untuk jasa sambungan bergerak, pelanggan memang cukup banyak pilihan , tetapi hanya terbatas pada pilihan tertentu dan kurang bisa memuaskan pelayanan atas jasanya. Jadi melihat hal di atas jelas potensi pasar jasa telekomunikasi cukup besar dan meningkat dari tahun ke tahun , apalagi di Indonesia banyak potensi pelanggan yang belum digarap.

Kekuatan tawar-menawar pemasok Industri telekomunikasi banyak memakai kabel serat optik, tidak saja untuk jaringan darat, tapi juga di laut. Dengan kemajuan teknologi yang sudah sedemikian pesat, jaringan kabel lama (tembaga) sudah tidak memadai lagi baik untuk mengakomodasi data maupun informasi. Sebenarnya produsen kabel serat optik dalam negeri telah mampu memasok kebutuhan nasional. Namun demikian, hampir sekitar 90% kebutuhan kabel serat optik dalam negeri masih diimpor dari luar negeri, sehingga bergantung pada produsen luar negeri. Kondisi daya tawar perusahaan telekomunikasi Indonesia tidak terlalu lemah, karena pemasoknya terdiri dari banyak perusahaan. Akan tetapi jika terjadi fluktuasi dan pelemahan nilai tukar mata uang dalam negeri, hal ini yang menjadi bumerang terhadap perusahaan.

Ancaman dari barang atau jasa pengganti Telekomunikasi merupakan wahana yang menghubungkan manusia satu dengan manusia lainnya melalui berbagai media telekomunikasi. Sesuai dengan fungsinya tersebut maka jika kita identifikasikan ada beberapa jasa pengganti yang dapat mengambil alih fungsi tersebut dari jasa telekomunikasi, misalnya: jasa transportasi, jasa pos, jasa pers, dan internet. Dari beberapa macam jasa pengganti, berdasarkan kelebihan dan kelemahannya, maka kecendrungan pelanggan akan tetap menggunakan jasa telekomunikasi dalam hal kecepatan dan kemudahan berkomunikasi.

Persaingan di antara perusahaan yang ada Kondisi persaingan industri telekomunikasi Indonesia dipengaruhi oleh aturan mengenai struktur dan bentuk kerjasama antara perusahaan swasta dan BUMN, sesuai dengan UU No 3/1989, adalah sebagai berikut: Perusahaan swasta dapat menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar melalui kerjasama patungan, kerjasama operasi, dan kontrak manajemen dengan PT Telkom dan PT Indosat.

Lingkungan Operasi

Lingkungan ini meliputi faktor-faktor pada situasi kompetitif yang mempengaruhi sukses perusahaan dalam mendapatkan sumber daya atau dalam keuntungan pemasaran barang dan jasa perusahaan.

Posisi Kompetitif Posisi kompetitif Indosat cukup kuat, sebagai pemimpin pasar, dan hanya menghadapi satu pesaing pada bisnis telekomunikasi internasional yaitu Satelindo. Selain itu juga didukung rangkaian produk dan jasa yang luas, kapasitas dan produktivitas yang memadai, periklanan, dan yang cukup penting citra perusahaan.

Profil Pelanggan Pelanggan dari Indosat meliputi rumah tangga dan kalangan bisnis. Dalam hal ini pemakai utama dari telekomunikasi internasional adalah kalangan bisnis, yang banyak digunakan untuk keperluan usaha. Terpuruknya perekonomian Indonesia yang banyak memacetkan sejumlah besar bisnis, mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan volume pemakaian telekomunikasi internasional.

Pemasok
Peralatan-peralatan yang digunakan untuk pengadaan telekomunikasi internasional, merupakan peralatan yang bermuatan teknologi tinggi. Sehingga, sebagian besar peralatan tersebut didatangkan melalui pemasok luar negeri. Walaupun posisi daya tawar Indosat cukup kuat, mengingat culup banyaknya jumlah pemasok, namun penurunan nilai tukar Rupiah sangat mempengaruhi besarnya dana yang diperlukan untuk mendatangkan peralatan tersebut. Namun, pendapatan Indosat yang sebagian besar dalam bentuk Dollar, seperti pendapatan incoming call, cukup membantu.

Kreditor
Dilihat dari struktur kredit-modal, terlihat bahwa Indosat mempunyai struktur yang berimbang, atau antara modal dan kredit jumlahnya sama. Dalam hal ini, mengingat kemampuan Indosat dalam menghasilkan keuntungan maupun asset yang dimilikinya, tidaklah terlampau sulit bagi indosat untuk mendapatkan pinjaman dari kreditor pada jumlah yang memadai.

Sumber Daya Manusia Indosat mempunyai SDM yang cukup baik, 40% komposisinya berpendidikan S-1 ke atas. Selain itu didukung dengan program pelatihan berjenjang sesuai posisinya untuk meningkatkan keahlian.

  • Analisa SWOT

o   Strength:
Kekuatan Indosat antara lain terdapat pada: hak duopoli yang dimilikinya, pengalaman mengelola bisnis telekomunikasi internasional, kekuatan manajemen dan budaya perusahaan, rangkaian produk dan jasa yang luas, teknologi yang mutakhir pada peralatannya, kualitas produk dan jasa, serta citra perusahaan yang baik.

o   Weakness:
Kelemahan Indosat antara lain terdapat pada: kurangnya kebiasaan bersaing secara ketat akibat kenikmatan hak duopoli yang dimilikinya, rentannya likuiditas perusahaan akibat besarnya kewajiban yang dimilikinya, dan diversifikasi yang berlebihan seperti pada perusahaan anak dan afiliasi yang kurang menguntungkan.

o   Oppurtunities:
Peluang bagi Indosat antara lain: besarnya pasar domestik yang belum tergarap, perluasan usaha baru yang melingkupi bisnis inti yang cukup menguntungkan, dan bisnis telekomunikasi global yang cukup menjanjikan.

o   Threat:
Ancaman bagi Indosat antara lain: masuknya pendatang baru terutama dari luar negeri sehubungan akan berakhirnya hak duopoli, kompetisi global yang memasuki pasar domestik, dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

Untuk rating faktor Strength diberi kriteria :

Rating 1          : Sedikit Kuat

Rating 2          : Agak Kuat

Rating 3          : Kuat

Rating 4          : Sangat Kuat

 

Untuk rating faktor Weakness diberi kriteria :

Rating 1          : Sedikit Lemah

Rating 2          : Agak Lemah

Rating 3          : Lemah

Rating 4          : Sangat Lemah

Untuk rating faktor Threat diberi kriteria :

Rating 1          : Sedikit Mengancam

Rating 2          : Agak Mengancam

Rating 3          : Mengancam

Rating 4          : Sangat Mengancam

Untuk rating faktor Opportunity diberi kriteria :

Rating 1          : Sedikit Peluang

Rating 2          : Agak Peluang

Rating 3          : Peluang

Rating 4          : Sangat Peluang

lloii

hhh

Berdasarkan  Strengths Weakness Opportunities Threats, PT Indosat membuat beberapa strategi antara lain :

Strengths-Opportunities Strategi

  • Untuk memenuhi kebutuhan networking terutama untuk anak muda yang menjadi pelanggan terbesar. PT Indosat membuat layanan terintegrasi dengan beberapa komunitas maya di Indonesia, misalnya Kaskus.us.
  • Bekerjasama dengan operator lain dalam penggunaan BTS bersama. Langkah ini bertujuan untuk semakin memperluas jaringan sinyal PT Indosat.
  • Untuk semakin menarik minat pelanggan dan meningkatkan layanan, PT Indosat akan membuka beberapa galeri Indosat yang dijaga oleh SPG-SPG yg menarik.

Strengths-Threats Strategi

  • PT Indosat berencana menggunakan teknologi WIMAX yang mempunyai keunggulan yang signifkan daripada teknologi yang ada sekarang. Dengan teknologi ini, kualitas dan kecepatan data semakin baik sehingga akan makin memanjakan pelanggan.
  • PT Indosat juga mengikuti perkembangan teknologi dalam rangka menjaga kualitas produk terhadap konsumen.

Weakness-Opportunities Strategi

  • Bekerjasama dengan operator lain dalam pemakaian BTS bersama, berdasarkan Keputusan MenkominfoNo. 02/PER/M.KOMINFO/2008.
  • Untuk mengkover daerah perairan di Indonesia, PT Indosat akan menyediakan BTS terapung di beberapa perairan Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk semakin memperluas daerah layanan sinyal di Indonesia.
  • PT Indosat juga berencana meluncurkan satelit yang akan meningkatkan frekuensi dan kualitas data, sehingga mutu dan image produk PT Indosat semakin baik.

 Matrik-Strategi-Umum

  1. Pelanggan dan ARPU Indosat.

ARPU adalah Average Revenue Per User, an evaluation statistic for a network operator’s subscriber base, yaitu rata-rata pendapatan bulanan (dalam rupiah) tiap subscriber seluler, yaitu dengan membagi pendapatan servis seluler bulanan (tidak termasuk non recurring revenue seperti biaya aktivasi dan lelang nomor telepon spesial) pada periode yang relevan, dibagi dengan rata-rata subscriber seluler

 

iipgg

Total pelanggan seluler mengalami kenaikan dari 24,5 juta menjadi 36,5 juta untuk pelanggan seluler, namun dari kenaikan pelanggan yang lumayan banyak ini tidak diikuti dengan kenaikan pendapatan dari servis (jasa) seluler tersebut. Pelanggan pra-bayar naik sebesar 48,5% namun ARPU untuk pra bayar seluler ini mengalami penurunan yang signifikan, sebesar 26,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pada pelanggan pasca bayar, kenaikan pelanggan sebesar 53,2% (jumlahnya hanya 919.213 pelanggan), ARPU pasca bayar seluler tahun 2008  sebesar Rp189.710 naik 3,8%. Untuk pelanggan pasca bayar ini memang ARPU-nya besar, namun jika jumlah pelanggannya tidak banyak nantinya tidak akan efisien. Terlebih lagi, kondisi saat ini layanan pasca bayar tidak lagi menarik bagi calon pelanggan baru, karena pra bayar pun menawarkan tarif yang tidak kalah murah, serta layanan yang tidak kalah bagus  dibandingkan pasca bayar.

uu

ppp

 

ll

INDOSAT 

PT Indosat Tbk didirikan pada tanggal 10 November 1967 oleh Pemerintah, sebagai Perusahaan penanaman modal asing untuk memberikan layanan telekomunikasi internasional di Indonesia dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1969 untuk membangun, mentransfer dan mengoperasikan stasiun bumi International Telecommunications Satellite Organization atau Intelsat, di Indonesia untuk mengakses satelit-satelit di wilayah Samudera Hindia milik Intelsat untuk jangka waktu selama 20 tahun. Sebagai konsorsium global dari organisasi komunikasi satelit internasional, Intelsat memiliki dan mengoperasikan beberapa satelit telekomunikasi.

Setelah diadakannya perubahan peraturan di bidang industri telekomunikasi Indonesia pada tahun 1999 dan 2000, Indosat mulai menjalankan strategi bisnis yang dirancang untuk mengubah Indosat dari penyelenggara jasa telekomunikasi internasional utama menjadi penyelenggara jasa dan jaringan telekomunikasi terpadu penuh yang terkemuka di Indonesia. Pada tahun 2000, Pemerintah memberlakukan UU Telekomunikasi untuk mendorong liberalisasi industri yang memberikan dampak langsung pada bisnis. Pada tahun 2001, sebagai bagian dari inisiatif Pemerintah untuk merestrukturisasi industri telekomunikasi, Indosat mengadakan suatu perjanjian dengan Telkom yang bertujuan untuk menghapus kepemilikan silang masing-masing di beberapa anak-anak perusahaan, yaitu:

  • pembelian 22,5% kepemilikan saham Telkom di Satelindo oleh Indosat;
  • pembelian 35,0% kepemilikan saham Indosat di Telkomsel oleh Telkom; dan
  • pembelian 37,2% kepemilikan saham Telkom di Lintasarta oleh Indosat dan pembelian obligasi konversi Lintasarta yang dipegang oleh Telkom.

Setelah diadakan perjanjian dengan Telkom, Indosat membeli 45,0% kepemilikan saham di Satelindo, melalui pembelian PT Bimagraha Telekomindo atau Bimagraha pada tahun 2001 dan membeli 25,0% kepemilikan saham lainnya di Satelindo dari DeTe Asia pada bulan Juni 2002. Untuk memperkuat struktur permodalan Satelindo dan menghapus beberapa ketentuan mengenai pembatasan yang timbul akibat hutang Satelindo, Indosat menyetor tambahan modal ke Satelindo sebesar US$75.0 juta pada bulan Juli 2002.

Pada bulan Agustus 2002, Indosat memasuki sektor jasa telekomunikasi domestik setelah memperoleh ijin penyelenggaraan jasa jaringan tetap lokal di wilayah Jakarta dan Surabaya. Indosat menyediakan sekitar 13.000 sambungan telepon di wilayah tersebut untuk menyediakan jasa telepon tetap lokal dan mencanangkan tujuan strategis Indosat sebagai penyelenggara jasa dan jaringan terpadu penuh di Indonesia. Pada tahun 2002, Pemerintah melakukan divestasi secara dua tahap atas 517,5 juta sahamnya, yaitu sekitar 50,0% dari saham Seri B Indosat pada saat itu. Pada bulan Mei 2002, Pemerintah menjual 8,1% dari saham biasa yang ditempatkan di Indosat melalui tender global yang dipercepat. Pada bulan Desember 2002, Pemerintah menjual 41,9% dari saham Seri B di Indosat kepada (bekas) anak perusahaan dari STT. Per tanggal 31 Maret 2009, Pemerintah memiliki 14,29% dari saham yang telah ditempatkan oleh Indosat, termasuk satu saham Seri A, dan ICLM dan ICLS, memiliki 65,0% dari saham biasa Seri B di Indosat. ICLM dan ICLS dimiliki oleh Qtel. Per tanggal 31 Maret 2009, 20,71% dari saham Seri B Indosat dimiliki oleh masyarakat.

Pada tanggal 20 November 2003, Indosat melakukan penggabungan dengan Satelindo, Bimagraha dan IM3 dan semua aktiva dan kewajiban dari anak-anak perusahaan yang bergabung tersebut dipindahkan kepada Indosat pada tanggal tersebut. Sejak memasuki pasar selular Indonesia melalui pembelian Satelindo dan pendirian IM3 dan integrasi dari perusahaan-perusahaan tersebut pada tahun 2003, jasa selular menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan usaha.

Pada tanggal 22 Juni 2008, Qtel membeli seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor dalam masing-masing ICLM dan ICLS, berdasarkan perjanjian jual beli saham (share purchase agreement) tanggal 6 Juni 2008 antara Qtel dan STT, suatu perusahaan yang didirikan di Singapura. Berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham, Qtel melalui anak perusahaannya Qatar South East Asia Holding S.P.C., melakukan akuisisi atas saham ICLM dan ICLS dari Asia Mobile Holdings Pte. Ltd. atau AMH, suatu perusahaan yang didirikan di Singapura, yang 75,0% sahamnya secara tidak langsung dimiliki oleh STT dan 25,0% secara tidak langsung dimiliki oleh Qtel.

Setelah akuisisi ini, terjadi perubahan pengendalian di Indosat dan Qtel, serta anak perusahaannya, ICLS dan Qatar South East Asia Holding S.P.C., telah melakukan penawaran tender untuk membeli sampai dengan 1.314.466.775 saham Seri B, yang merupakan 24,19% saham Seri B Indosat yang telah ditempatkan dan disetor (termasuk saham Seri B dengan dasar ADS), dengan harga pembelian dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang memiliki nilai yang sama dengan Rp369.400 per ADS dan Rp7.388 per saham Seri B, bersih tanpa potongan kepada para penjual secara tunai (tanpa bunga dan tunduk pada ketentuan mengenai pajak-pajak yang ditahan (withholding taxes). Setelah dilakukannya penyelesaian penawaran tender pada 5 Maret 2009, Qtel dan anak perusahaannya memiliki sekitar 65% dari seluruh saham Indosat yang telah ditempatkan.

Kantor Indosat berlokasi di Gedung Indosat, jalan Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta 10110, Republik Indonesia dan nomor telepon Indosat adalah +62 (21) 3000 3001. Website Perusahaan Indosat dapat dikases melalui URL http:// www.indosat.com. Informasi yang ada dalam website Indosat bukan merupakan bagian dari laporan tahunan ini dan tidak dijadikan sebagai referensi dalam laporan tahunan ini. Service Agent Indosat di Amerika Serikat sehubungan dengan ADS adalah Bank of New York Mellon, Divisi Depository Receipt, 101 Barclay Street, New York, New York 10286, U.S.A.

  1. a.       Peristiwa Penting dan Penghargaan 2008
21 Januari Mentari Gratis 1 Menit Pertama dan IM3 Ce eS-an.

Peluncuran program Mentari Gratis 1 Menit Pertama yang memberi fasilitas berbicara secara gratis pada 1 menit pertama setiap kali pelanggan Mentari menelpon pelanggan IM3 juga mendapatkan SMS gratis sepanjang hari ke dua pelanggan Indosat lainnya yang telah didaftarkan sebelumnya.

24 Januari Penghargaan untuk Rekonstruksi NAD & Nias.

Indosat memperoleh penghargaan dari Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD & Nias yang diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

17 Februari Top Brand Award 2008.

Tiga produk selular Indosat berhasil meraih “Top Brand Award 2008” dari Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing. Matrix berhasil meraih penghargaan untuk kategori kartu Pasca bayar, sementara Mentari dan IM3 untuk kategsori kartu Pra-bayar.

21 Februari IM3 Rp0,01 per detik.

Peluncuran IM3 Rp0,01 per detik, membuktikan bahwa IM3 tidak hanya memiliki tarif SMS paling murah, tapi kini juga memiliki penawaran tarif percakapan telepon yang paling kompetitif ke seluruh pengguna selular di Indonesia.

12 Maret Call Center Award 2008.

Contact Center Indosat berhasil meraih peringkat teratas pada penghargaan “Call Center Award 2008“ untuk kategori industri telekomunikasi dengan predikat Excellent. Penghargaan diberikan oleh majalah Marketing dan Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL), lembaga konsultan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

23 April Mentari Sakti, IM3 Rp240 dan StarOne sejam Rp500 (StarOne Gopek).

Peluncuran Program Promo Baru Indosat untuk Mentari, IM3 dan StarOne yaitu Mentari Sakti, IM3 Rp240 dan StarOne sejam Rp500 (StarOne Gopek) yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Jakarta pada bulan April.

24 April Selular Awards 2008.

Indosat berhasil meraih tiga penghargaan pada Selular Awards 2008, yaitu “The Best Corporate Social Responsibility (CSR) Program”, “The Best Brand Value Added Service (VAS)” untuk Matrix dan “The Best Brand Mobile Banking (Matrix)”.

30 April Corporate VPN (Virtual Private Network) dan Mobile Extention.

Pada bulan April dilaksanakan peluncuran layanan Corporate VPN (Virtual Private Network) suatu solusi layanan yang memberikan kecepatan akses dengan menggunakan teknologi broadband 3.5G dan perluasan fasilitas telepon bergerak, layanan integrasi dari PABX (Private Authomatic Branch Exchange) dan GSM,sebagai bagian dari Indosat Corporate Solution (ICS), yaitu solusi layanan komunikasi terpadu dari Indosat untuk segmen pelanggan korporat.

4 Mei Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ”JAKABARE”.

Pembangunan penggelaran jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) ”JAKABARE” yang akan menghubungkan Indonesia dengan Singapura. JAKABARE merupakan singkatan dari pulau-pulau yang akan dihubungkan oleh jaringan kabel laut ini yaitu Jawa – Kalimantan – Batam – Singapore sepanjang lebih dari 1.300 kilometer.

10 Mei The Biggest and the Most Active Sukuk Issuer Award.

Indosat memperoleh penghargaan dari Karim Business Consulting dalam Award Night 2008.

10 Juni StarOne Jelajah dan StarOne Duo.

Peluncuran program StarOne Jelajah, layanan Multi Number bagi pelanggan StarOne pasca bayar dan StarOne pra-bayar yang sering melakukan perjalanan serta peluncuran StarOne Duo, fasilitas yang menggabungkan StarOne pra-bayar dengan Mentari atau IM3 dengan layanan automatic call forwading dari StarOne pra-bayar ke Mentari atau IM3.

24 Juni IWIC for School.

Peluncuran “IWIC for School” dalam ajang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2008 yang bertajuk “The 3rd Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2008”. “IWIC for School” adalah kategori baru dalam ajang IWIC 2008 yang sudah berlangsung ketigakalinya. Kategori lain yang dilombakan adalah kategori IWIC for All. Kedua kategori tersebut fokus pada inovasi dalam pengembangan perangkat lunak di teknologi nirkabel yang aplikatif.

12 Agustuts Donasi 17-8-45.

Dalam rangka merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, Indosat mengajak seluruh pelanggan dan stakeholder lainnya untuk berpartisipasi dalam program Donasi 17-8-45 melalui penyisihan pendapatan dari setiap penggunaan layanan Indosat oleh pelanggan Indosat, dimana donasi yang terkumpul akan disumbangkan untuk dunia pendidikan, khususnya sekolah-sekolah di seluruh pelosok tanah air.

13 Agustus Annual Report Award.

Indosat berhasil meraih peringkat pertama penghargaan “Annual Report Award 2007” untuk kategori Swasta Non Keuangan Terdaftar (Perusahaan Publik non-BUMN & non-Keuangan).

14 September Indonesia’s Best Wealth Creator Award 2008.

Indosat berhasil meraih penghargaan Indonesia’s Best Wealth Creator Award 2008 dalam acara Penganugrahan Pemenang SWA 100 Wealth Creator Award 2008. Pemeringkatan ini menggunakan metode pengukuran Wealth Added Index atau WAI™ untuk mengukur shareholder value yang diciptakan perusahaan yang melebihi harapan para investor atau pemegang saham. Dasar perhitungan yang digunakan dalam metode ini mencakup kinerja keuangan perusahaan yang diperoleh para pemegang saham.

16 Oktober The 1st Bali Asian Beach Games 2008.

Indosat menjadi Official Partner dan Official Telecom Provider dalam the 1st Bali Asian Beach Games 2008.

4 November Broadband Service Provider of the Year.

Indosat memperoleh penghargaan dalam Forst & Sullivan Telecoms Award sebagai the Broadband Service Provider of the Year.

10 November The Best Achievement Award.

Indosat berhasil memperoleh “The Best Achievement Award” untuk Penyelenggara Telepon Bergerak Selular, yang merupakan penghargaan tertinggi dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

19 Desember Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2007.

Indosat berhasil meraih penghargaan Kategori Prestasi Perusahaan Terpercaya pada acara penganugerahan Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2007 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG) bekerjasama dengan Majalah SWA Sembada.

Sumber: http://www.indosat.com/html/annual_report_2008/id/0900_highlight.html

 

  1. b.      Solusi inovatif yang ditawarkan Indosat:
  Kebutuhan Pelanggan Manfaat untuk Pelanggan

Jasa Selular dan Broadband 3.5G

IM3 Layanan selular pra-bayar yang terjangkau, dengan fleksibilitas isi ulang.

 

Waktu bicara lebih lama dan jumlah sms yang lebih banyak dengan harga yang terjangkau.
Mentari

 

Layanan selular pra-bayar yang terjangkau untuk pengguna reguler. Biaya percakapan yang lebih hemat bagi pelanggan yang sering melakukan panggilan (frequent caller) dengan perhitungan tarif yang sederhana.
Matrix

 

Layanan selular pasca bayar.

 

 

Kebebasan melakukan komunikasi dengan tarif pasca bayar yang inovatif.
Matrix Auto

 

 

 

Layanan selular pasca bayar yang dapat diisi ulang. Fleksibilitas mengontrol pemakaian. Kombinasi dari manfaat layanan pasca bayar dan pra-bayar.
Blackberry Pasca bayar/Pra-bayar

 

Layanan selular pasca bayar/prabayar dan push-mail global. Layanan push-email dengan konektivitas tanpa batas

 

 

Indosat Broadband 3.5G

 

Akses internet mobile berkecepatan tinggi.

 

 

Layanan wireless broadband dengan kecepatan akses hingga 14,4Mbps.
i Games, i Ring, i Go, i Menu

 

Layanan nilai tambah untuk pengguna layanan selular dengan berbagai pilihan fitur.

 

 

Memberikan pilihan fitur, content, dan  games.

Jasa Telepon Tetap

StarOne Pasca bayar/Pra-bayar

 

 

 

Layanan telepon tetap nirkabel dengan tarif pasca bayar dan pra-bayar. Melakukan komunikasi bergerak secara terbatas dengan tarif layanan telepon tetap.
Flat Call 01016, Global Save

 

Layanan Voice over Internet Protocol (VoIP) domestik dan internasional.

 

 

 

  • Tarif internasional yang terjangkau.
  • Kartu telepon VoIP untuk jarak jauh.
  • Biaya telepon yang terkontrol.
Indosat 001, Indosat 008

 

Sambungan Langsung Internasional.
  • Untuk telepon SLI yang jernih dan berkualitas.
  •  SLI yang ekonomis.
  • Dapat digunakan untuk menjangkau mitra bicara yang luas.

MIDI Services (Multimedia Komunikasi Data dan Internet)

  • Lintasartha
  • IndosatM2
  • Indosat Corporate Solution
Layanan Komunikasi Data.

 

  • Koneksi sirkit private point to point.
  • Fleksibilitas untuk trafik yang beragam.
  • Akses internet global.
  • Dapat membuat jaringan pribadi melalui paket data.
  • Solusi layanan broadcast nasional dan internasional.
  • Layanan keamanan data.

 

  1. A.    Vision Statement

Menjadi perusahaan penyedia solusi informasi dan komunikasi pilihan di Indonesia. (actual)

Menjadi perusahaan penyedia solusi informasi dan komunikasi terkemuka. (proposed)

Kenapa tidak terkemuka di indonesia? Karena kami berpikir bahwa suatu saat nanti, kami berharap bisa mendunia. Kami berharap, dan tentunya akan sungguh-sungguh berusaha  untuk menjadi yang terbaik di masa depan. Tidak hanya dalam bidang telekomunikasi, tetapi dalam bidang penyedia informasi dengan seluruh divisi yang kami punyai. kami tidak puas hanya menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua setelah telkomsel. Dengan pertumbuhan pelanggan dan dukungan pelanggan bersama para investor, kami berusaha untuk menjadi yang terbaik di bidang penyediaan informasi dan telekominikasi.

 

  1. B.    Mission Statement

Actual:

  • Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelanggan.
  • Meningkatkan shareholder value secara terus menerus.
  • Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik.

Proposed:

  • Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelanggan dengan teknologi terbaik
  • Meningkatkan shareholder value secara terus menerus.
  • Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholder yang lebih baik.
  • Mengedepankan kualitas dan layanan karyawan dalam segala lini
  • Memberikan pelayanan dengan semangat dan jiwa muda.

Dengan proposed misi ini, kami ingin menekankan pentingnya memberikan yang terbaik bagi para pelanggan dengan inovasi dan diversifikasi produk yang kami tawarkan untuk tetap menjaga kontinuitas sejalan dengan kesetiaan pelanggan yang telah maupun akan bergabung dengan indosat.

Misi kami tetap akan menyasar segmen usia muda, dengan tentunya memberikan pelayanan dengan semangat dan jiwa muda. tidak lupa akan memberikan suatu brand image bahwa indosat tidak hanya memberikan jasa telekomunikasi tetapi jua sebagai penyedia layanan informasi.


 

  1. C.    External Audit

The External Factor Evaluation (EFE) Matrix for PT Indosat Tbk

No

Key External Factors

Weight

Rating

Weighted Score

Opportunities

1

Persaingan harga yang kompetitif

0,09

4

0,36

2

BTS Bersama (dalam pembangunan BTS harus atas persetujuan pemerintah daerah dan institusi pemerintah) pada 17 Maret 2008, Keputusan MenkominfoNo. 02/PER/M.KOMINFO/2008

0,08

4

0,32

3

Profil kependudukan Indonesia berbentuk seperti piramida

0,07

3

0,21

4

Persaingan iklan yang kompetitif

0,08

3

0,24

5

Kebutuhan akan akses internet melalui broadband

0,06

2

0,12

6

Variasi voucher (isi ulang)

0,09

2

0,18

7

Image Product

0,06

3

0,18

8

Segmentasi pasar dan market share yang masih luas

0,06

3

0,18

Threats

1

Kompetisi yang ketat

0,08

3

0,24

2

Isu kesehatan dalam telekomunikasi***

0,06

1

0,06

3

Keterbatasan frekuensi data

0,06

2

0,12

4

Kondisi stabilitas politik dan sosial di Indonesia

0,05

1

0,05

5

Perubahan teknologi yang semakin cepat *

0,08

2

0,16

6

Kondisi geografis Indonesia

0,08

2

0,16

Total

1,00

2,58

 

  1. a.       Opportunities

PT. Indosat Tbk memiliki peluang yang besar dalam mengambil market share pada persaingan telekomunikasi di Indonesia. Saat ini PT. Indosat Tbk merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia, PT. Indosat Tbk memiliki tiga produk yaitu produk prabayar untuk kartu mentari dan IM 3, produk pascabayar untuk produk matrik dan produk CDMA untuk kartu star one. Ada beberapa peluang yang dapat diambil dalam persaingan yang kompetitif di industry telekomunikasi. Indosat memiliki harga yang kompetitif, seperti dengan meluncurkan beberapa program dan promo diantaranya Mentari Sakti dimana dalam promo ini tarif percakapan untuk Mentari Sakti adalah Rp.5/detik dan berlaku mulai pukul 23.00 -17.00. Sedangkan pada waktu selain itu (pukul 17.00 – 23.00) tarif berlaku Rp.20/detik. Tarif yang berlaku di kedua waktu ini dapat digunakan untuk percakapan ke semua operator. selain tarif percakapan yang murah, Mentari Sakti juga memberikan tarif SMS yang juga murah. Pengiriman SMS ke operator lain hanya dibebankan biaya sebesar Rp.149. Sedangkan untuk SMS ke sesama Indosat diberlakukan tarif sekira Rp.99/ SMS Program ini berlaku sejak 9 April 2008 hingga 30 Juni 2008, Program lainya adalah Program Mudik Punya Indosat 2008 dengan tema ”Sensasi Mudik Punya Indosat” dalam promo ini Sensasi Mudik Punya Indosat juga menawarkan Paket Mudik IM3 dan Paket Mentari. Paket IM3 yang murahnya “sampe puas bangeetss”, Nelpon Rp.0,1/detik seharian dan sms cuma Rp.0,1 seharian serta Value Added Service dengan layanan content yang interaktif dan menyenangkan seperti i-menu *123# yang berisi Taushiyah, Games, SMS Quiz serta i-ring 808.

Profil kependudukan yang berbentuk piramida dimana jumlah penduduk remaja & dewasa menempati populasi terbesar, PT. Indosat Tbk mencoba mengambil market share , dalam hal ini PT. Indosat memiliki peluang dengan memperkenalkan produknya dengan iklan yang inovatif dan sesuai dengan perkembangan life style anak muda saat ini seperti menggunakan selebritis / artis terkenal untuk dijadikan icon dalam setiap produknya.

Variasi Voucer (isi ulang) merupakan peluang yang tak kalah pentingnya bagi Indosat, Indosat menyediakan variasi voucher yang variatif dari voucher yang tertinggi sampai termurah. Saat ini Indosat telah menyediakan paket isi ulang dengan pulsa termurah seharga Rp. 5.000. Paket sms IM 3 Rp. 5.000 adalah terobasan yang dibuat indosat dalam hal layanan SMS.

Keterbatasan BTS yang merupakan salah satu kelemahan yang dimiliki Indosat dalam hal menjaring pelanggan baru di seluruh wilayah Indonesia. Saat ini Indosat kalah dalam tender USO yaitu BTS yang dibuat untuk menjangkau wilayah pedesaan dan perkampungan. namun dengan adanya peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi Nomor : 02/PER/M.KOMINFO/2008 tanggal 17 Maret 2008 tentang BTS bersama dimana Indosat dapat berkerja sama dalam mendirikan atau menggunakan BTS dengan perusahaan seluler lainnya, dengan begitu wilayah yang tidak dijangkau oleh indosat dapat ditanggulangi melalui BTS bersama tanpa harus membuat BTS sendiri.

Untuk layanan internet melalui broadbrand, indosat menyediakan produk berupa M2, ada beberapa jenis M2 seperti M2 broom dimana layanan ini menyediakan jaringan akses dengan inovasi baru yang memungkinkan para pengguna untuk menikmati internet berkualitas serta dapat mengendalikan biaya melalui metode prabayar. Layanan ini sangat cocok untuk mereka yang membutuhkan internet mendesak, seperti para mahasiswa atau profesional yang tinggi untuk melakukan koneksitas internet. Layanan ini memiliki internet akses data dan kecepatan tinggi hingga 3.6 Mbps (mega byte per second), khusus di kawasan yang sudah tercakup layanan 3,5 G.

  1. b.      Threats

Selama ini industry seluler adalah industry yang memiliki persaingan yang sanga ketat, awalnya ada tiga pemain inti  dalam indsutri ini yaitu PT. Telkomsel, PT. Excelcomindo, dan PT. Indosat. Namun saat ini muncul para pesaing  baru yang bisa menjadi ancaman bagi indosat. Pesaing ini menawarkan produk – produk yang tak kalah menarik, sehingga jika indosat tidak merespon maka tidak menutup kemungkinan kalah bersaing dengan para kompetitor. DImana beberapa kompetitor dalam produk GSM yaitu Telkomsel (simpati dan AS), exelcomindo (XL), Natrindo (tri), Hutchinson (axis), sedangkan untuk produk CDMA), Telkom (Flexi), Bakrie Telecom (Esia), Mobile8 (Fren), Sampoerna (Ceria), Sinarmas (Smart). Para competitor menewarkan layanan dan fitur variatif.

Adanya isu dari gangguan kesehatan dalam penggunaan handphone bisa menjadi ancaman bagi peningakatan penggunaan layanan berbicara. Ada beberapa penelitian terhadap isu kesehatan ini seperti membuat otak menjadi lebih lelet/ lemot. Peneliti dari Swinburne University of Technology’s Brain Sciences Institute, Melbourne, Australia menemukan mereka yang merespon telepon lebih pelan selama 30 menit, cenderung akan mengalami perbaikan memori, namun kurang cepat tanggap dalam merespon sesuatu. Riset yang dimuat dalam Jurnal Neuropsychologia edisi April ini menunjukkan ada perubahan kecil pada fungsi otak meski tak begitu terlihat, terutama pada mereka yang terekspos bidang elektromagnetik dari telepon selular. Isu kesehatan lainnya adalah penggunaan handphone yang lama akan menyebabkan perubahan struktur kulit, kanker. Jika isu kesehatan ini terus berkembang di masyarakat maka tidak menutup kemungkinan akan menjadi ancaman bagi Indosat.

Kondisi geografis Indonesia yang merupakan kepulauan dan memiliki banyak pagunungan membuat pembuatan jaringan dan infarstuktur akan menjadi lebih sulit, tentu keadaan ini membutuhkan respon penggunaan teknologi yang baik, seperti penggunaan BTS terapung yang telah diterapkan oleh pesaing, BTS terapung ini beroperasi di perairan yang menjangkau  daerah yang belum bisa dijangkau dengan menggunakan BTS biasa.

Dengan meningkatnya para pelanggan hal ini mengakibatkan jumlah data yang ada semakin meningkat namun peningkatan ini terkendala dengan jaringan yang terbatas, hal ini jelas menjadi ancama bagi indosat karena akan jalannya data. Tak hanya itu perubahan frekuensi CDMA dari 1900 Mhz ke 800 Mhz yangmenyebabkan penurunan kualitas layanan jaringan.

  1. D.    Competitive Profile Matrix – CPM

 

The Competitive Profile Matrix (CPM) for PT Telkomsel

 

Telkomsel

Indosat

Excelcomindo

No

Critical Succcess Factors

Weight

Rating

Weighted Score

Rating

Weighted Score

Rating

Weighted Score

1

Advertising

0.11

3

0.33

3

0.33

4

0.44

2

Customer Loyalty

0.12

4

0.48

2

0.24

3

0.36

3

Customer Service

0.11

4

0.44

4

0.44

4

0.44

4

Financial Position

0.12

4

0.48

2

0.24

2

0.24

5

Global Expansion

0.05

3

0.15

4

0.20

3

0.15

6

Management

0.06

3

0.18

4

0.24

3

0.18

7

Market Share

0.09

4

0.36

3

0.27

3

0.27

8

Organization Structure

0.08

3

0.24

3

0.24

3

0.24

9

Price Competitiveness

0.15

2

0.30

4

0.60

3

0.45

10

Product Quality

0.11

4

0.44

3

0.33

3

0.33

Total

1

3.40

3.13

3.10

 

Dalam Matrik CPM, angka-angka yang tertera adalah estimasi atau perkiraan berdasarkan penilaian kami. Sehingga matrik ini bersifat relatif terhadap keadaan yang sesungguhnya. Berdasarkan matrik CPM di atas dapat dilihat bahwa indosat unggul dalam hal Price Competetiveness  dan global expansion.

Telkomsel unggul dalam hal Customer Loyalty, Customer Service, Financial Position , Market Share, product quality. Sedangkan Excelcomindo unggul dalam hal advertising.

Saran :

Menurut analisis kami, price competitiveness merupakan faktor yang terpenting yang dimiliki oleh indosat, namun untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga pelanggan yang telah ada maka indosat perlu melakukan beberapa perbaikan sepeti faktor terlemah yaitu customer loyalty, dimana rata-rata pelanggan indosat merupakan remaja yang rentan dipengaruhi oleh promo-promo produk dari para kompetitor, karena itu indosat harus terus berinovasi dengan melakukan promo dan memperbanyak fitur untuk remaja.

  1. E.     Internal Audit

The Internal Factor Evaluation (IFE) Matrix for PT Indosat Tbk

 

 

No

Key Internal Factors

Weight

Rating

Weighted Score

Strength

1

Indosat mencatat kenaikan total jumlah pelanggan baru sebesar 48,70% (selular) dan 21,30% (telepon tetap nirkabel)

0,06

3

0,18

2

Kualitas Pelayanan Kepada para pelanggan

0,07

4

0,28

3

Kebijakan diversifikasi produk.

0,05

3

0,15

4

Memiliki Broadband yang baik

0,06

3

0,18

5

Efektivitas kebijakan penetapan harga.

0,07

4

0,28

6

Manajemen yang excellent

0,08

3

0,24

7

Kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi global (asing).

0,06

4

0,24

8

Pembuatan infrastuktur JAKABARE

0,07

3

0,21

9

Memiliki CSR yang baik

0,06

3

0,18

 

Weakness

1

Kekurangan pendanaan dalam persaingan

0,05

2

0,10

2

Pengembangan teknologi

0,06

2

0,12

3

Pembatasan kepemilikan asing

0,08

1

0,08

4

Net Income yang menurun tahun 2008

0,12

1

0,12

5

Jaringan yang belum menyeluruh

0,11

2

0,22

 

Total

1,00

2,58

  1. a.       Strength

Indosat mengalami kenaikan pelanggan baru sebesar 48,70% (seluler) dan 21,30% (telepon tetap nirkabel. Dengan peningkatan ini menggambarkan Indosat bahwa produk indosat sangat diminati para pelanggan, hal ini dibuktikan juga dengan penghargaan,Tiga produk seluler Indosat yaitu Matrix berhasil meraih Top Brand Award 2008 untuk kategori Simcard Paska Bayar, sementara  Mentari dan IM3 berhasil meraih Top Brand Award 2008 untuk kategori Simcard Prabayar dari Frontier Consulting Group dan Majalah Marketing. Top Brand Award diberikan kepada merek-merek yang menjadi pilihan utama masyarakat dan pelanggan.

Sementara untuk produk broadband, Indosat mendapatkan penghargaan yang sama, melalui Indosat M2 (anak perusahaan Indosat di bidang internet dan multimedia). melalui layanannya IndosatNet, juga berhasil meraih Top Brand Award 2008 untuk kategori Internet Provider, sehingga secara keseluruhan Indosat beserta anak perusahaannya membuktikan komitmen layanan yang berkualitas prima dengan meraih total 4 Top Brand Award 2008.

Kualitas layanan kepada para pelanggan Indosat merupakan yang terbaik, ini dapat dilihat atasi penghargaan dari majalah Marketing dan Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL), lembaga konsultan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Keberhasilan Indosat ini merupakan hasil dari perwujudan komitmen untuk selalu memberikan layanan terbaik kepada pelanggan melalui peningkatan mutu petugas pelayanan, kecepatan penyelesaian masalah dan keluhan serta memberikan informasi yang dibutuhkan dalam kondisi apapun khususnya melalui Contact Center Indosat.

Indosat menerapkan kebijakan harga yang efektif dalam membuat diversifikasi produknya, produk kartu mentari dan IM 3 merupakan produk prabayar yang sangat diminati masyarat. Seperti mengeluarkan promo Mentari Gratis 1 Menit Pertama dan IM3 Ce eS-an. Peluncuran program Mentari Gratis 1 Menit Pertama yang memberi fasilitas berbicara secara gratis pada 1 menit pertama setiap kali pelanggan Mentari menelpon pelanggan IM3 juga mendapatkan SMS gratis sepanjang hari ke dua pelanggan Indosat lainnya yang telah didaftarkan sebelumnya atau mengeluarkan promo untu,  IM3 Rp0,01 per detik. Peluncuran IM3 Rp0,01 per detik, membuktikan bahwa IM3 tidak hanya memiliki tarif SMS paling murah, tapi kini juga memiliki penawaran tarif percakapan telepon yang paling kompetitif ke seluruh pengguna selular di Indonesia, atau Mentari Sakti, IM3 Rp240 dan StarOne sejam Rp500 (StarOne Gopek). Peluncuran Program Promo Baru Indosat untuk Mentari, IM3 dan StarOne yaitu Mentari Sakti, IM3 Rp240 dan StarOne sejam Rp500 (StarOne Gopek) yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Jakarta pada bulan April 2008.

Membuat Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang akan menghubungkan Indonesia dengan Singapura. JAKABARE merupakan jaringan kabel laut sepanjang lebih dari 1.300 kilometer, meliputi pulau Jawa, Kalimantan, Batam, dam Singapura. Pembangunan SKKL Jakabare ini merupakan wujud komitmen investasi di tahun 2008 untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan telekomunikasi, khususnya dalam mendukung kebutuhan bandwidth yang tinggi untuk layanan komunikasi data dan internet.

Indosat juga berkerjasama dengan dengan perusahaan telekomunikasi  Negara lainya dengan menjadi anggota pada Conexus Conexus Mobile Alliance yang didukung Far EasTone Telecommunications Co., Ltd (Taiwan), Hutchison Essar Limited (India), Hutchison Telecommunications (Hong Kong) Limited (Hong Kong and Macau), KT Freetel Co., Ltd. (South Korea), NTT DoCoMo, Inc. (Japan) and StarHub Ltd. (Singapore), serta terakhir Smart Communications (Phillipina. Aliansi ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kompetisi operator anggota aliansi dalam menyediakan layanan telekomunikasi internasional baik dalam masing-masing negara maupun antar lintas wilayah Asia Pasifik. Selain itu, untuk mendukung roaming yang sudah ada melalui jaringan GSM/GPRS dan atau W-CDMA, anggota aliansi juga sudah bekerja sama untuk roaming dengan teknologi HSDPA untuk downlinks berkecepatan tinggi antar anggota aliansi.

Dalam hal CSR indosat mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas rekonstruksi NAD dan Nias. Dalam hal Manajemen, Indosat mendapatkan penghargaan  Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2007. Indosat berhasil meraih penghargaan Kategori Prestasi Perusahaan Terpercaya pada acara penganugerahan Corporate Governance Perception Index (CGPI) 2007 yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute For Corporate Governance (IICG) bekerjasama dengan Majalah SWA Sembada.

Selain itu ada beberapa program Indosat dalam tanggungjawabnya terhadap lingkungan seperti: Indonesia Belajar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Berbagi Bersama Indosat, dan Indosat Peduli.

  1. b.      Weakness

Indosat mengalami penurunan pada net income, penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya other expense sebesar 51,5% dari tahun sebelumnya. Meningkatnya other expense salah satunya disebabkan melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS. Melemahnya nilai tukar mata uang ini sebetulnya telah diantisipasi oleh pihak indosat yaitu sejak tahun 2006 Indosat berkerjasama dengan enam institusi keuangan internasional. Dalam perjanjian ini indosat membayar dengan rate premium.

Peraturan Presiden No. 77 Tahun 2007, sebagaimana telah diubah oleh Peraturan Presiden No. 111 Tahun 2007, atau Peraturan Presiden, menetapkan jenis industri dan bidang usaha dimana investasi asing dilarang, dibatasi atau harus memenuhi persyaratan tertentu sebagaimana diatur oleh institusi Pemerintah yang terkait atau Daftar Negatif Investasi. Industri telekomunikasi adalah salah satu industri yang diatur dalam Daftar Negatif Investasi, dan saat ini indosat menjadi subjek dari peraturan ini.

Indosat gagal dalam menaggapi perubahan teknologi yang cepat yang dapat memberikan dampak negatif.  Pengembangan produk dan layanan baru membutuhkan biaya yang tinggi dan dapat memunculkan lahirnya pesaing baru di pasar. Indosat tidak bisa secara akurat memperkirakan perubahan teknologi yang baru muncul dan yang akan ada di kemudian hari yang dapat mempengaruhi operasional atau daya saing layanan. Indosat juga tidak dapat memberikan kepastian bahwa teknologi tidak usang atau tidak akan mendapat persaingan dengan teknologi baru di masa mendatang.

  1. c.       Pelanggan dan ARPU Indosat.

ARPU adalah Average Revenue Per User, an evaluation statistic for a network operator’s subscriber base, yaitu rata-rata pendapatan bulanan (dalam rupiah) tiap subscriber seluler, yaitu dengan membagi pendapatan servis seluler bulanan (tidak termasuk non recurring revenue seperti biaya aktivasi dan lelang nomor telepon spesial) pada periode yang relevan, dibagi dengan rata-rata subscriber seluler.

 

Satuan

2008

2007

% Perubahan

Selular

Pelanggan Pra-bayar pelanggan

35.591.033

23.945.431

48,60%

Pelanggan Pasca bayar pelanggan

919.213

599.991

53,20%

Total Pelanggan pelanggan

36.510.246

24.545.422

48,70%

   

ARPU Pra-bayar Rp

34.610

47.028

-26,40%

ARPU Pasca bayar Rp

189.710

182.682

3,80%

ARPU Gabungan Rp

38.639

52.828

-26,90%

Total pelanggan seluler mengalami kenaikan dari 24,5 juta menjadi 36,5 juta untuk pelanggan seluler, namun dari kenaikan pelanggan yang lumayan banyak ini tidak diikuti dengan kenaikan pendapatan dari servis (jasa) seluler tersebut. Pelanggan pra-bayar naik sebesar 48,5% namun ARPU untuk pra bayar seluler ini mengalami penurunan yang signifikan, sebesar 26,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan pada pelanggan pasca bayar, kenaikan pelanggan sebesar 53,2% (jumlahnya hanya 919.213 pelanggan), ARPU pasca bayar seluler tahun 2008  sebesar Rp189.710 naik 3,8%. Untuk pelanggan pasca bayar ini memang ARPU-nya besar, namun jika jumlah pelanggannya tidak banyak nantinya tidak akan efisien. Terlebih lagi, kondisi saat ini layanan pasca bayar tidak lagi menarik bagi calon pelanggan baru, karena pra bayar pun menawarkan tarif yang tidak kalah murah, serta layanan yang tidak kalah bagus  dibandingkan pasca bayar.

Satuan

2008

2007

% Perubahan

Telepon Tetap Nirkabel

 

Pelanggan Pra-bayar pelanggan

681.362

594.203

14,70%

Pelanggan Pasca bayar pelanggan

80.227

33.731

137,80%

Total Pelanggan pelanggan

761.589

627.934

21,30%

   

ARPU Pra-bayar Rp

17.955

26.590

-32,50%

ARPU Pasca bayar Rp

94.555

170.160

-44,40%

ARPU Gabungan Rp

22.858

34.641

-34,00%

 

 

Satuan

2008

2007

% Perubahan

SLI

 

Trafik Outgoing menit

473.991.957

296.891.382

59,70%

Trafik Incoming menit

1.484.450.321

1.236.603.921

20,00%

Total Trafik menit

1.958.442.278

1.533.495.303

27,70%

Rasio Incoming/Outgoing

3,1 4,2

24,80%

 

Satuan

2008

2007

% Perubahan

MIDI  

Wholesale

 

Sirkit Sewa Internasional Kecepatan Tinggi sirkit/64kbps

45.594

19.195

137,50%

Sirkit Sewa Domestik Kecepatan Tinggi sirkit/64kbps

129.315

50.750

154,80%

Sewa Transponder Satelit transponder

17,2

13,7

25,60%

   

Komunikasi Data

 

Sirkit Sewa Internasional Kecepatan Tinggi sirkit/64kbps

1.482

1.055

40,50%

Sirkit Sewa Domestik Kecepatan Tinggi sirkit/64kbps

14.056

11.778

19,30%

Frame Relay port

494

789

-37,40%

IPVPN sirkit/64kbps

18.114

7.242

150,10%

   

Lintasarta

 

Sirkit Sewa Kecepatan Tinggi sambungan

906

922

-1,70%

Frame Relay akses

4.431

4.652

-4,80%

VSAT terminal

2.564

1.880

36,40%

IPVPN sambungan

6.182

4.206

47,00%

   

IMM

Internet Dial Up % pelanggan

13.142

21.222

-38,1

Internet Dedicated sambungan

1.665

1.396

19,30%

IPVPN sambungan

562

369

52,30%

Karyawan (tetap dan tidak tetap termasuk anak perusahaan) orang

7.700

7.645

0,70%

 

Penurunan ARPU ini terutama disebabkan adanya dikeluarkannya peraturan pada bulan Februari 2006, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2007. Peraturan baru ini mendefinisikan para operator yang mengendalikan lebih dari 25,0% dari pangsa pasar sebagai “operator dominan” dan mewajibkan para operator tersebut untuk menawarkan interkoneksi kepada para operator telekomunikasi lainnya yang akan disetujui oleh Pemerintah. Selain daripada hal tersebut di atas, peraturan interkoneksi baru tersebut juga menetapkan biaya interkoneksi baru dimana para operator jaringan yang melakukan terminasi panggilan akan menentukan tarif interkoneksi berdasarkan formula yang ditetapkan dalam Peraturan No. 8/PER/KOMINFO/02/2006. Formula baru tersebut berlaku efektif sejak 1 Januari 2007 dan sebagai akibatnya, para operator diwajibkan untuk menagih pembayaran berdasarkan biaya untuk melakukan panggilan tersebut.

Sebagai tambahan informasi, berikut perbandingan ARPU Indosat dengan pesaing (Telkomsel).

 

ARPU

2006

2007

2008

Indosat Pra-bayar

52.713

47.028

34.610

Pasca-bayar

194.791

182.682

189.710

Gabungan

60.023

52.828

38.639

Jumlah Pelanggan

16.704.639

24.545.422

36.510.246

Telkomsel Pra-bayar

137.000

141.000

100.000

Pasca-bayar

274.000

264.000

216.000

Gabungan

84.000

80.000

59.000

Jumlah Pelanggan

35.597.000

47.890.000

65.300.000

 

ARPU Indosat dan Telkomsel untuk waktu 3 tahun dari 2006 sampai dengan 2008 mengalami penurunan, pada tahun 2008 penurunannya lumayan drastis. Penurunan ini disebabkan oleh adanya regulasi dalam pen-tarifan. Dapat dilihat juga, ARPU Indosat, dibandingkan dengan ARPU Telkomsel nilainya selalu lebih kecil walaupun Telkomsel memiliki jumlah pelanggan yang jauh lebih besar, hal ini kemungkinan besar dikarenakan oleh tidak maksimalnya pengguna layanan dari Indosat, sebagai contoh terlalu banyaknya kartu yang “mati suri” (diaktifkan namun tidak dipakai), kartu dari Indosat hanya dipakai sebagai layanan sampingan ketika ada promosi. Untuk menanggulangi masalah ini, Indosat harus berusaha agar layanannya menjadi layanan utama yang digunakan oleh para pelanggan, sehingga walaupun jumlah pelanggan-nya tidak sebanyak Telkomsel, namun pendapatan per pelanggannya bisa lebih besar.

Selain itu, kenaikan pendapatan usaha dari jasa selular bergerak lebih lambat daripada kenaikan jumlah pelanggan selular. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi antara ditingkatkannya upaya penetrasi ke pasar pelanggan selular berpenghasilan rendah, turunnya pendapatan efektif per menit akibat penawaran diskon dan diperluasnya zona lokal. Seiring dengan meningkatnya penetrasi pasar pelanggan selular di Indonesia, di lain pihak tingkat penggunaan pelanggan baru menurun. Faktor-faktor lain juga menyebabkan terjadinya tren ini, seperti meningkatnya penggunaan layanan SMS daripada layanan suara dan juga paket tarif yang ditawarkan untuk menarik pelanggan baru tersebut. Sebagian besar pelanggan selular baru Indosat adalah pelanggan-pelanggan retail muda yang biasanya sering menggunakan layanan SMS, tetapi kurang menghasilkan trafik layanan suara dibandingkan dengan para pelanggan selular yang ada saat ini. Para pelanggan selular tersebut biasanya memiliki sensitifitas harga yang lebih tinggi dan sangat mungkin untuk berpindah ke penyelenggara telekomunikasi lainnya karena faktor harga dan promosi.

 

 

 

 

 

 

 

  1. d.      Financial Ratio Report

Rasio Keuangan Indosat dari tahun 2004-2008

   

PT Indosat Tbk

   

2004

2005

2006

2007

2008

Rasio Likuiditas          
  Current Ratio

1,46

1,39

0,83

0,93

0,85

  Quick Ratio

1,46

1,39

0,83

0,93

0,85

   

Rasio Laverage

  Debt to Total Assets Ratio

0,52

0,56

0,55

0,63

0,66

  Debt to Equity Ratio

1,09

1,26

1,22

1,70

1,98

  Times Interest Earned Ratio

3,16

2,55

   

Rasio Profitabilitas

  Operating Profit Margin

0,31

0,32

0,28

0,27

0,25

  Net Profit Margin

0,15

0,14

0,12

0,12

0,10

  Return on Assets (ROA)

0,06

0,05

0,04

0,05

0,04

  Return on Equity (ROE)

0,12

0,11

0,09

0,12

0,11

  Earning Per Share (EPS)

313,90

309,00

260,90

375,79

345,70

   

Rasio Aktivitas

  Fixed Assets Turnover

0,60

0,54

0,49

0,54

0,49

  Total Assets Turnover

0,37

0,35

0,36

0,37

0,37

   

Rasio Pertumbuhan

  Operating Revenue

0,111

0,056

0,347

0,132

  Net Income

0,033

-0,131

0,448

-0,080

  EPS

-0,016

-0,156

0,440

-0,080

   

Sumber: Annual Report Indosat (diolah)

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan seberapa likuid suatu perusahaan, untuk menjawab pertanyaan tentang likuiditas, kita dapat mengamati aktiva-aktiva perusahaan yang relatif likuid sifatnya (aktiva lancar) dan membandingkan aktiva-aktiva tersebut dengan sejumlah kewajiban yang jatuh tempo (kewajiban lancar). Dari tabel di atas, rasio likuiditas (current ratio dan quick ratio) dari Indosat, semakin menurun dari tahun 2004, kas dan setara kas yang besar jumlahnya dari tahun ke tahun digunakan untuk membayar kewajiban lancarnya termasuk kewajiban jangka panjang yang telah jatuh tempo. Current ratio dan Quick ratio dalam perhitungan ini memiliki nilai yang sama, karena kami mengasumsikan bahwa dalam industri telekomunikasi tidak ada persediaan.

Untuk rasio leverage, debt to total assets ratio tren-nya naik namun tidak signifikan. Sedangkan debt to equity ratio-nya naik dengan cukup signifikan, karena sedikitnya tambahan ekuitas baru (pengeluaran saham baru tidak signifikan) sedangkan utang, dari tahun ke tahun cenderung naik dan digunakan untuk menambah asetnya.

Untuk rasio profitabilitas, dapat kita lihat dari diagram di bawah ini operating profit margin cenderung menmgalami penurunan begitu juga dengan net profit margin..

Sebagai informasi tambahan, berikut kami sertakan juga gambaran kondisi keuangan Indosat dibandingkan dengan rerata industri dan pesaingnya.

  • Karena tidak ada inventory, maka current dan quick ratio sama. Asumsi repayment dan other current assets tingkat likuiditasnya mirip dengan AR.
  • Sales diasumsikan sebagai operating revenue.
  • Dalam penghitungan rata-rata EPS industri, EPS Telkomsel tidak dimasukkan dalam penghitungan karena saham Telkomsel tidak diperdagangkan di bursa
  • dalam penghitungan rerata industri, data yang kami gunakan adalah dari Indosat, Excelcomindo, dan Telkomsel karena merupakan 3 besar pemain pasar industri ini.
Rasio Keuangan                
   

PT Indosat Tbk

Excelcomindo

Telkomsel

Rerata Industri

   

2007

2008

2007

2008

2007

2008

2007

2008

Rasio Likuiditas                
  Current Ratio

0,93

0,85

0,23

0,59

0,41

0,24

0,52

0,56

  Quick Ratio*

0,93

0,85

0,23

0,59

0,41

0,24

0,52

0,56

   

Rasio Laverage

  Debt to Total Assets Ratio

0,63

0,66

0,76

0,85

0,41

0,48

0,60

0,67

  Debt to Equity Ratio

1,70

1,98

3,24

5,76

0,71

0,92

1,88

2,89

  Times Interest Earned Ratio

3,16

2,55

2,53

1,56

60,24

25,84

21,98

9,98

                   
Rasio Profitabilitas

  Operating Profit Margin

0,27

0,25

0,27

0,18

0,54

0,45

0,36

0,29

  Net Profit Margin

0,12

0,10

0,04

-0,0015

0,37

0,31

0,18

0,14

  Return on Assets (ROA)

0,05

0,04

0,01

-0,0005

0,30

0,22

0,12

0,09

  Return on Equity (ROE)

0,12

0,11

0,06

-0,0035

0,52

0,42

0,23

0,18

  Earning Per Share (EPS)

375,79

345,70

35

-2

205

 172

   

Rasio Aktivitas

  Fixed Assets Turnover

0,54

0,49

0,41

0,42

0,96

0,80

0,64

0,57

  Total Assets Turnover

0,37

0,37

0,34

0,34

0,82

0,72

0,51

0,47

   

Rasio Pertumbuhan

  Operating Revenue

0,347

0,132

0,380

0,512

0,26

0,01

0,33

0,22

  Net Income

0,448

-0,080

-0,615

-1,060

0,22

-0,16

0,02

-0,43

  EPS

0,440

-0,080

-0,620

-1,057

-0,16

-0,06

-0,43

   

 

Dari tabel dapat dilihat bahwa rasio likuiditas Indosat kurang likuid (kurang dari 1), artinya kemampuan untuk membayar kewajiban lancar perusahaan sedikit kurang bagus, namun apabila diandingkan dengan rerata industri, rasio likuiditas Indosat jauh lebih bagus. Dari sini dapat kita lihat juga bahwa, kas dan setara kas Indosat sebesar 5,7 triliun, daripada menjadi uang menganggur, sebaiknya Indosat menggunakan kas dan setara kas ini untuk pendanaan proyek dari Indosat tersebut sebelum mencari pendanaan dari luar.

Rasio profitabilitas, Indosat mempunyai tingkat profitabilitas (Operating Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE)) di bawah tingkat profiabilitas rerata industri telekomunikasi (dalam hal ini Indosat, Telkomsel, dan Excelcomindo). Indosat harus lebih meningkatkan lagi laba bersihnya. Untuk EPS, karena dalam perhitungan ini Telkomsel tidak diikutkan dalam perhitungan EPS rerata industri, dari hasil nilai tersebut dapat kita simpulkan bahwa EPS dari Indosat lebih besar dari EPS Excelcomindo.

Rasio pertumbuhan, tren industri telekomunikasi pada tahun 2007-2008 bahwa net income dari perusahaan yang bergerak dalam bidang ini mengalami penurunan yang lumayan signifikan, namun di sini dapat dilihat bahwa, penurunan yang dialami oleh Indosat (0.80) jauh lebih besar dari rerata industri (0.43)

  1. e.      Kinerja Perusahaan 2008:

 

  • Pendapatan Usaha Rp18,66 triliun, meningkat 13,2%

Pendapatan usaha pada tahun 2008 disumbang terbanyak dari pendapatan sektor seluler, sebesar 76%, data tetap 15% dan telepon tetap 9%.

  • Laba Usaha Rp4,73 triliun, meningkat 4,7%

Beban usaha meningkat sebesar Rp1.957,0 milyar atau 16,4%, dari Rp11.968,9 milyar di tahun 2007 menjadi Rp13.925,9 milyar di tahun 2008, terutama disebabkan oleh peningkatan beban jasa telekomunikasi, penyusutan dan amortisasi dan kenaikan biaya pemasaran sebagai tanggapan dari tingginya tingkat kompetisi dalam pasar telekomunikasi Indonesia.

Beban jasa telekomunikasi meningkat sebesar Rp1.263,5 milyar atau 26,4%, dari Rp4.779,9 milyar di tahun 2007 menjadi Rp6.043,4 milyar di tahun 2008, terutama disebabkan oleh kenaikan beban terkait dengan pungutan Pemerintah, seperti biaya frekuensi radio, biaya USO dan biaya hak penyelenggaraan yang timbul karena bertambahnya jumlah BTS dan meningkatnya pendapatan usaha dari jasa selular di tahun 2008. Beban jasa telekomunikasi juga meningkat sebagai akibat dari peningkatan dalam (i) beban listrik, air dan gas dan sewa tempat sebagai akibat dari perluasan jumlah lokasi selular; (ii) biaya interkoneksi sebagai akibat meningkatnya off-net traffic; (iii) biaya pemeliharaan sebagai akibat dari aset tidak bergerak tambahan; (iv) biaya peminjaman sirkit sebagai akibat dari perluasan jaringan untuk selular dan layanan MIDI; dan (v) harga pokok kartu SIM dan vouchers isi ulang sebagai akibat dari kenaikan penjualan paket perdana.

Beban penyusutan dan amortisasi mengalami peningkatan sebesar 9,4% dari Rp4.195,2 milyar di tahun 2007 menjadi Rp4.587,9 milyar di tahun 2008, terutama disebabkan oleh hasil dari penggunaan peralatan selular baru dan pengelompokkan kembali aktiva tetap tertentu sejak 1 Januari 2008, sebagai akibat dari penelaahan dan penilaian berkala atas masa manfaat ekonomis dari aset Indosat.

  • Laba Bersih Rp1,88 triliun, turun 8,0%

Laba bersih Indosat untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2007 dan 2008 tidak menunjukkan peningkatan pendapatan usaha dan laba usaha pada periode-periode tersebut. Hal ini sebagian disebabkan adanya fluktuasi yang besar pada beberapa pos non-usaha yang mempengaruhi laba bersih Indosat pada periode-periode tersebut. Pos non-usaha tersebut di antaranya adalah fluktuasi pajak penghasilan yang ditangguhkan, laba atau rugi selisih kurs-bersih, dan laba atau rugi perubahan nilai wajar derivatif-bersih.

  • Laba per Saham Dasar Rp345,7, turun 8,0%
  • Pelanggan Selular 36,5 juta, meningkat 48,7% dari tahun 2007

Basis pelanggan selular Indosat meningkat dari 16,7 juta pelanggan per tanggal 31 Desember 2006 menjadi 36,5 juta pelanggan per tanggal 31 Desember 2008.

  • Base Transceiver Station 14.162 unit, meningkat 31,6%
  1. f.        Net Worth Analysis

Penilaian value of the firm untuk entitas dan kinerja manajemen Indosat dengan menggunakan net worth analysis dengan menggunakan metode average. Perhitungannya adalah sebagai berikut (dalam jutaan):

Stockholder’s Equity + Goodwill = (543.393+1.546.587) = 19.179.554

Jumlah saham beredar = 5.433,9

Harga saham = 5.750

EPS = 345,70

 

(dalam Rp Juta)

1

Stockholders’ Equity + Goodwill

19.179.554,00

2

Net income x 5

9.392.610,00

3

Share price/EPS x  Net Income

31.245.303,73

4

Number of Shares Outstanding x Share Price

31.244.925,00

Average Method

22.765.598,18

 

 

  1. F.     SWOT Matrix

 

 

STRENGTHS – S

WEAKNESSES – W

Strengths-Weakneses-Opportunities-Threats (SWOT) Matrix

1

Indosat mencatat kenaikan total jumlah pelanggan baru sebesar 48,70% (selular) dan 21,30% (telepon tetap nirkabel)

1

Kekurangan pendanaan dalam persaingan

2

Kualitas Pelayanan Kepada para pelanggan

2

Pengembangan teknologi

3

Kebijakan diversifikasi produk.

3

Pembatasan kepemilikan asing

4

Memiliki Broadband yang baik

4

Net Income yang menurun tahun 2008

5

Efektivitas kebijakan penetapan harga.

5

Jaringan yang belum menyeluruh

6

Manajemen yang excellent  

7

Kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi global (asing).

8

Pembuatan infrastuktur JAKABARE

9

Memiliki CSR yang baik

OPPORTUNITIES – O

SO — STRATEGIES

 

WO — STRATEGIES

1

Persaingan harga yang kompetitif

1

Aplikasi terintegrasi layanan Indosat dengan layananan forum anak muda seperti kaskus.us (S2, S3, S4, O8, O7)

1

Bekerjasama dengan operator lain dalam pemakaian BTS Bersama (W5, O2)
2 BTS Bersama (dalam pembangunan BTS harus atas persetujuan pemerintah daerah dan institusi pemerintah) pada 17 Maret 2008, Keputusan MenkominfoNo. 02/PER/M.KOMINFO/2008

2

Mengeksplor daerah yang belum ada BTS Indosat namun sudah ada BTS operator lain, untuk kerjasama. (S2, O2)

2

Membuat teknologi tepat guna berupa BTS terapung (W2, O8)

3

Profil kependudukan Indonesia berbentuk seperti piramida

3

Menyewa SPG-SPG yang menarik dan atraktif untuk menangani Galeri Indosat (S1, O7, O8)

3

Dengan peluncuran satelit membuat nama Indosat semakin dikenal (W2, O7, O8)
4 Persaingan iklan yang kompetitif

 

5

Kebutuhan akan akses internet melalui broadband
6 Variasi voucher (isi ulang)

7

Image Product

 

Berdasarkan Matrik Strengths Weakness Opportunities Threats, PT Indosat membuat beberapa strategi antara lain :

  1. Strengths-Opportunities Strategi
    1. Untuk memenuhi kebutuhan networking terutama untuk anak muda yang menjadi pelanggan terbesar. PT Indosat membuat layanan terintegrasi dengan beberapa komunitas maya di Indonesia, misalnya Kaskus.us.
    2. Bekerjasama dengan operator lain dalam penggunaan BTS bersama. Langkah ini bertujuan untuk semakin memperluas jaringan sinyal PT Indosat.
    3. Untuk semakin menarik minat pelanggan dan meningkatkan layanan, PT Indosat akan membuka beberapa galeri Indosat yang dijaga oleh SPG-SPG yg menarik.
    4. Strengths-Threats Strategi
      1. PT Indosat berencana menggunakan teknologi WIMAX yang mempunyai keunggulan yang signifkan daripada teknologi yang ada sekarang. Dengan teknologi ini, kualitas dan kecepatan data semakin baik sehingga akan makin memanjakan pelanggan.
      2. PT Indosat juga mengikuti perkembangan teknologi dalam rangka menjaga kualitas produk terhadap konsumen.
    5. Weakness-Opportunities Strategi
      1. Bekerjasama dengan operator lain dalam pemakaian BTS bersama, berdasarkan Keputusan MenkominfoNo. 02/PER/M.KOMINFO/2008.
      2. Untuk mengkover daerah perairan di Indonesia, PT Indosat akan menyediakan BTS terapung di beberapa perairan Indonesia. Strategi ini bertujuan untuk semakin memperluas daerah layanan sinyal di Indonesia.
      3. PT Indosat juga berencana meluncurkan satelit yang akan meningkatkan frekuensi dan kualitas data, sehingga mutu dan image produk PT Indosat semakin baik.
    6. Weakness-Threats

PT Indosat melakukan penelitian di bidang telekomunikasi yang meminimalkan hambatan cuaca dan geografis di Indonesia. Sehingga PT indosat dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia.

Quantitative Straegic Planning Matrix (QSPM )

Strategic Alternatives

Product Development

Meningkatkan Kontrol pada pesaing

Penambahan Pelayanan

Market Penetration

Divestasi

Key Factors

Weight

AS

TAS

AS

TAS

AS

TAS

AS

TAS

AS

TAS

External Factors

  Opportunities

1

Persaingan harga yang kompetitif

0.090

3

0.270

0

2

0.180

2

0.180

1

0.090

2

BTS Bersama (dalam pembangunan BTS harus atas persetujuan pemerintah daerah dan institusi pemerintah) pada 17 Maret 2008, Keputusan MenkominfoNo. 02/PER/M.KOMINFO/2008

0.080

4

0.320

1

0.080

1

0.080

4

0.320

0

3

Profil kependudukan Indonesia berbentuk seperti piramida

0.070

1

0.070

1

0.070

3

0.210

3

0.210

0

4

Persaingan iklan yang kompetitif

0.080

1

0.080

0

3

0.240

4

0.320

0

5

Kebutuhan akan akses internet melalui broadband

0.060

4

0.240

1

0.060

4

0.240

2

0.120

0

6

Variasi voucher (isi ulang)

0.090

0

0

1

0.090

1

0.090

0

7

Image Product

0.060

3

0.180

3

0.180

4

0.240

3

0.180

1

0.060

8

Segmentasi pasar dan market share yang masih luas

0.060

3

0.180

4

0.240

2

0.120

2

0.120

0

  Threats

1

Kompetisi yang ketat

0.080

4

0.320

3

0.240

3

0.240

3

0.240

2

0.160

2

Isu kesehatan dalam telekomunikasi***

0.060

0

0

1

0.060

0

1

0.060

3

Keterbatasan frekuensi data

0.060

2

0.120

0

1

0.060

0

0

4

Kondisi stabilitas politik dan sosial di Indonesia

0.050

0

1

0.050

2

0.100

1

0.050

0

5

Perubahan teknologi yang semakin cepat *

0.080

4

0.320

2

0.160

2

0.160

2

0.160

0

6

Kondisi geografis Indonesia

0.080

2

0.160

3

0.240

2

0.160

4

0.320

1

0.080

 

1.000

Internal Factors

  Strength

1

Indosat mencatat kenaikan total jumlah pelanggan baru sebesar 48,70% (selular) dan 21,30% (telepon tetep nirkabel)

0.060

3

0.180

2

0.120

3

0.180

3

0.180

0

2

Kualitas Pelayanan Kepada para pelanggan

0.070

4

0.280

1

0.070

2

0.140

3

0.210

0

3

Kebijakan diversifikasi produk.

0.050

3

0.150

3

0.150

4

0.200

4

0.200

0

4

Memiliki Broadband yang baik

0.060

3

0.180

0

4

0.240

3

0.180

0

5

Efektivitas kebijakan penetapan harga.

0.070

1

0.070

0

3

0.210

4

0.280

0

6

Manajemen yang excellent

0.080

3

0.240

3

0.240

2

0.160

2

0.160

0

7

Kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi global (asing).

0.060

2

0.120

2

0.120

1

0.060

2

0.120

0

8

Pembuatan infrastuktur JAKABARE

0.070

2

0.140

0

4

0.280

3

0.210

0

9

Memiliki CSR yang baik

0.060

3

0.180

0

2

0.120

3

0.180

0

  Weakness

1

Kekurangan pendanaan dalam persaingan

0.050

1

0.050

0

1

0.050

1

0.050

2

0.100

2

Pengembangan teknologi

0.060

2

0.120

0

1

0.060

2

0.120

1

0.060

3

Pembatasan kepemilikan asing

0.080

1

0.080

0

0

0

2

0.160

4

Net Income yang menurun tahun 2008

0.120

1

0.120

1

0.120

2

0.240

0

4

0.480

5

Jaringan yang belum menyeluruh

0.110

1

0.110

3

0.330

1

0.110

2

0.220

1

0.110

1.000

4.280

2.470

4.230

4.420

1.360

 

Visi dan Misi Indosat

Visi Indosat adalah menjadi penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi terpadu berfokus selular/ nirkabel yang terkemuka di Indonesia. Untuk mencapai visi tersebut, maka misi Indosat adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan dan mengembangkan produk, layanan, dan solusi inovatif dan berkualitas untuk memberikan manfaat.
  • Meningkatkan shareholders value secara terus menerus.
  • Mewujudkan kualitas kehidupan stakeholders yang lebih baik

Corporate Governance Indosat

Penerapan prinsip-prinsip “Tata Kelola Perusahaan yang Baik” merupakan bagian  dari komitmen Indosat untuk menjalankan kegiatan bisnis secara bertanggung jawab. Indosat sebagai perusahaan publik yang mencatatkan sahamnya secara dual listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Bursa Efek Surabaya (BES) dan New York Stock Exchange (NYSE) serta mencatatkan obligasinya di BES, Luxembourg Stock Exchange dan Singapore Exchange, terus berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dengan standar tertinggi. Perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan praktek tata kelola perusahaan melalui sejumlah rencana di tahun 2007, yang mencakup:

  • Penyempurnaan berbagai kebijakan. Perseroan terus berupaya untuk menyempurnakan berbagai kebijakan terkait dengan tata kelola Perusahaan.
  • Mengembangkan Corporate Governance Manual sebagai pedoman pelaksanaan tata kelola perusahaan

Tujuan Penerapan Good Corporate Governance

Tujuan penerapan Good Corporate Governance pada Indosat adalah untuk melindungi kepentingan pemegang saham dan memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya.

Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance

Dalam praktiknya, Indosat menjunjung tinggi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yaitu Fairness (Kewajaran), Transparency (Transparansi), Accountability (Akuntabilitas), Responsibility (Tanggung Jawab), danIndependency (Independensi) dalam setiap aspek bisnis guna memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh stakeholder. Prinsip-prinsip GCG tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:

  • Fairness (Kewajaran)

Dengan prinsip ini perusahaan mencangkup adanya kejelasan hak dan tanggung jawab yang dapat diterima oleh setiap pihak yang terlibat dan berkepentingan. Misalnya: bagaimana setiap pemegang saham memperoleh haknya dalam RUPS.

  • Transparency (Transparansi)

Dengan prinsip ini perusahaan harus dapat menyediakan informasi yang cukup lengkap, akurat dan tepat waktu kepada pihakpihak yang berkepentingan/ berkaitan dengan perusahaan, sehingga mereka dapat mengetahui risiko yang mungkin terjadi dan keuntungan yang dapat diperoleh dalam melakukan transaksi dengan perusahaan dan sekaligus ikut serta dalam mekanisme pengawasan terhadap perusahaan. ‘Full disclosure’ dalam akuntansi keuangan merupakan salah satu manifestasi dari prinsip Transparansi. Perusahaan tidak diperkenankan menyembunyikan suatu informasi yang kalau nanti diketahui akan mempengaruhi/ merubah sikap pihak-pihak yang menyandarkan kepercayaannya kepada informasi/ laporan perusahaan.

  • Accountability (Akuntabilitas)

Dengan prinsip ini perusahaan memiliki kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi perusahaan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Dalam prinsip ini ada kewajiban dari pimpinan untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan-tindakan yang telah dilakukannya kepada pihak yang memiliki hak atau kewenangan untuk meminta keterangan dan pertanggungjawaban (pengukuran kinerja bisa dilihat dari Key Performance Indicator perusahaan).

  • Responsibility (Tanggung Jawab)

Dengan prinsip ini pimipinan perusahaan memiliki kewajiban untuk memenuhi tanggung jawabnya sesuai dengan kewenangan yang diberikan kepadanya, kewajiban untuk bertindak guna mencapai tujuan yang diamanatkan sebagaimana ditetapkan untuk tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan para pemegang saham dan stakeholder lainnya.

  • Independency (Independensi)

Dengan prinsip ini perusahaan berhubungan dengan pengelolaan perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat. BOD dan BOC harus mampu menolak intervensi dari luar yang dapat membelokkan arah, kebijakan dan pelaksanaan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu kemakmuran pemegang saham dan kesejahteraan stakeholders

 Efektifitasnya dalam Implementasi Manajemen Strategi

Manajemen Indosat berkewajiban untuk mewujudkan GCG dalam melaksanakan kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan. Upaya untuk mewujudkan GCG sangat ditentukan oleh sistem pengendalian internal perusahaan. Berkaitan dengan itu, manajemen berkewajiban membangun, mengembangkan, dan mengimplementasikan serta memonitor sistem pengendalian intern perusahaan untuk menjamin kepentingan stakeholders serta meningkatkan nilai perusahaan. Untuk mewujudkan komitmen manajemen dalam peningkatan system pengendalian internal maka langkah dan tindakan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  • Partisipasi aktif dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko bisnis.
  • Merancang peningkatan efektifitas pengendalian intern.
  • Mengevaluasi secara rutin terhadap kecukupan dan efektifitas pengendalian intern.
  • Mendorong staff untuk mengidentifikasi kelemahan pengendalian intern dan meningkatkan kualitas pengendalian intern.

Direksi bertanggung jawab untuk membuat laporan keuangan serta mengelola proses pelaporannya. Lebih lanjut, Direksi bertanggung jawab merancang sistem pengendalian intern terhadap proses pelaporan keuangan. Penanggung jawab utama dari pengendalian internal Perseroan adalah Direksi, khususnya Direktur Utama dan Direktur Keuangan yang dalam pengawasan pelaksanaannya dibantu oleh Grup Head Internal Audit. Tugas pokok Grup Head Internal Audit adalah melakukan evaluasi, penelaahan dan analisa atas semua kegiatan di lingkungan Perseroan dan mengkoordinasikan aktivitasnya dengan Komite Audit. Tujuan dibentuknya Internal Audit di Indosat adalah untuk membantu seluruh anggota manajemen dalam melaksanakan secara efektif tanggung jawab yang dibebankan oleh perusahaan. Dalam hal ini Internal Audit membantu dalam analisis, rekomendasi, konsultasi, penyajian informasi sehubungan dengan aktivitas yang direview. Dalam melaksanakan pemeriksaan, Internal Auditor tunduk kepada Standards for The Professional Practice of Internal Auditing of the Institute of Internal Auditors

Visi dan Misi Group Head Internal Audit Indosat

Visi dan misi Group Head Internal Audit Indosat terdapat dalam Internal Audit Charter yang ditandatangani oleh Deputi Presiden Direktur. Visi Internal Audit adalah menjadi ‘professional advisor’ bagi Direksi, auditor, dan katalisator bagi semua unit kerja maupun perusahaan secara keseluruhan. Sedangkan misi Internal Audit adalah sebagai berikut:

  • Memberikan hasil audit yang independen serta terjamin objektifitasnya yang semuanya dapat menambah nilai dan semuanya dapat meningkatkan operasional perusahaan yang lebih baik.
  • Membantu organisasi mencapai tujuannya dengan pendekatan yang sistematis dan tertib azas di dalam mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas dari pengelolaan risiko dan kontrol serta tata kelola perusahaan yang baik.

 

MANAJEMEN STRATEGI
STUDI KASUS
PT INDONESIAN SATELLITE CORPORATION, TBK
(INDOSAT)

 

Nama         : Feni ambar wati

Nim            : 01111040

Falkultas ekonomi prodi akuntansi

Kelas B


BAB 1. PENDAHULUAN

 

Seiring dengan semakin derasnya arus globalisasi, yang didalamnya dituntut adanya pertukaran informasi yang semakin cepat antar daerah dan negara, membuat peranan telekomunikasi menjadi sangat penting. Telekomunikasi sebagai wahana bagi pertukaran informasi akan semakin memperhatikan aspek kualitas jasa. Selain itu perkembangan di bidang dunia informasi saat ini begitu cepat, baik dilihat dari isi maupun teknologi yang digunakan untuk menyampaikan informasi.

Masyarakat dunia informasi menyadari hal tersebut sehingga mereka berupaya keras menciptakan infrastruktur yang mampu menyalurkan informasi secara cepat, artinya mereka sangat membutuhkan jaringan telekomunikasi yang memiliki kualifikasi sebagaiinformation superhighway.

Hal tersebut di atas telah menimbulkan suatu kondisi persaingan yang sangat ketat di antara perusahaan-perusahaan telekomunikasi, yang tingkat persaingannya tidak lagi domestik, tetapi bersifat internasional. Sehingga untuk dapat memenangkan persaingan tersebut, tentu diperlukan suatu strategi yang tepat dan penerapan yang baik.

Dalam hal ini, kami mencoba menganalisis Indosat sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi di Indonesia yang menyediakan jasa telekomunikasi internasional, sebagai bahan studi. Dengan pertimbangan, Indosat dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai kinerja yang cukup baik dan terbukti dengan penghargaan Asia Money Awards 1996 ( Best Managed Company : Best Investor Relations, Best Strategy, and Management), SWA Best CEO Awards 1997, ISO 9002 Certification 1997, dan beberapa penghargaan lainnya.

Dalam paparan ini akan dicoba dibahas mengenai profil, misi, visi, filosofi, posisi keuangan, kondisi lingkungan , dan strategi perusahaan, terutama yang menyangkut kondisi terkini yang sedang di alami perusahaan dalam krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

 

BAB 2. ANALISA INTERNAL PERUSAHAAN

 

2.1. Profil Perusahaan

1. Sejarah Perusahaan

PT. Indonesian Satellite Corporation (Indosat) didirikan pada tahun 1967 sebagai anak perusahaan yang dimiliki secara penuh oleh International Telephone and Telegraph Corporation (ITT). Tahun 1969, Indosat memulai operasi komersialnya dan telah menjadi penyedia utama jasa telekomunikasi internasional di Indonesia, menghubungkan Indonesia secara langsung ke hampir 252 negara dan tujuan di seluruh dunia. Bisnis utama Indosat adalah menyediakan jasa switched dan non-switched telekomunikasi internasional. Indosat ditugaskan pemerintah Indonesia untuk membangun, mentransfer, dan mengoperasikan selama 20 tahun sebuah stasiun bumi Intelsat di Indonesia untuk mengakses penggunaan kapasitas Intelsat di satelit Indian Ocean Region (IOR). Tahun 1980, ITT menjual Indosat kepada pemerintah Indonesia. Setelah transfer, Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara dalam bentuk Perseroan Terbatas, dan menjadi satu-satunya penyedia jasa telekomunikasi internasional di Indonesia. Pada waktu itu, Pemerintah Indonesia mentransfer kepemilikan fasilitas Indosat kepada Indosat. Tahun 1982, dalam rangka memisahkan secara efektif jaringan telekomunikasi domestik dan internasional, seluruh kepemilikan Perumtel pada kabel bawah laut internasional dan gerbang serta operator internasionalnya di Jakarta ditransfer ke Indosat dan Indosat mentransfer aset tertentu yang berhubungan dengan telekomunikasi domestik ke Perumtel. Pada bulan Oktober 1994, Indosat menyelesaikan initial global public offering saham-sahamnya. Saham-saham tersebut diperdagangkan baik di Bursa Efek Jakarta maupun New York Stock Exchange.

2. Produk dan Jasa Indosat

  • SWITCHED PRODUCT: International Direct Dialing (IDD), Indosat Calling Card (ICC), Indosat Prepaid Card, Visa Phone, International Toll-Free, International Video Confrence, Home Country Direct, Indonesia Direct, International Telegram and Telex Service, FaxPlus, Data Packet Communication Connection, ISDN-Pasopati, Inmarsat.
  • NON-SWITCHED PRODUCT: International Leased Circuit Service, Indosat Business Service, International Private Circuit, Virtual Private Network, Frame Relay, Television Channel Service .

3. Perusahaan Anak dan Afiliasi

Indosat mempunyai investasi di: Acasia Communicationd Sdn.Bhd. (ACASIA), PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), ASEAN Cableship Pty.Ltd (ACPL), Astel Tokyo Corporation (Astel), PT Bangtelindo (Bangtelindo), Cambodian Indosat Telecommunications S.A. (Camintel), PT EDI Indonesia, PT Duta Sukses Utama, PT Graha Informatika Nusantara, PT Graha Lintas Properti, I-CO Global Communication (Holdings) Ltd, PT Indokomsat Lintas Dunia (Indokomsat), PT Mitra Global Telekomunikasi (MGTI), PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakomindo), PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo), PT Sisindosat Lintasbuana, PT Sistelindo Mitra Lintas, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), USA Global Link, PT Kalimaya Perkasa Finance, PT Asitelindo Data Buana, PT Intikom Telepersada, PT Indoprima Mikroselindo (Primasel), Suginami Cable Television Co. Ltd., PT Yasawirya Tama Cipta (YTC), Indosat Kazakstan Telecommunications Ltd. (Inkasel), International Satellite Organisations, PT Multi Media Asia Indonesia (MMAI), PT Pramindo Ikat Nusantara, AlphaNet Telecom Inc, PT Indosat Mega Media (IMM), PT Menara Jakarta, PT Yasawirya Indah Mega Media, PT Multimedia Nusantara, PT Datakom Asia, ASEAN Telecom Holding Sdn.Bhd. (ATH), PT Indokomsat Lintas Dunia, PT Indosel.

 

2.2. Misi, Visi, dan Filosofi Perusahaan

1. Misi Perusahaan

Setelah Pemerintah Indonesia mengambil alih kepemilikan seratus persen saham PT. Indosat dari the American Cable and Television Corporation (ITT/ACR) pada tanggal 31 Desember 1980, kemudian dirumuskanlah misi baru Indosat pada tahun 1981, yang didasarkan pada suatu pandangan untuk mentransformasikan Indosat menjadi Badan Usaha Milik Negara yang bersih dan sukses.

Indosat mendefinisikan misi perusahaan tersebut sebagai berikut:

  • Menyediakan jasa terbaik pada konsumen
  • Memberikan hasil terbaik kepada pemegang saham
  • Mempertahankan dan meningkatkan citra terbaik perusahaan

2. Visi Perusahaan

Saat Indosat akan go public ke bursa saham dunia pada tahun 1994, dilakukan redefinisi visi perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan trend global dalam sektor telekomunikasi dan memperhitungkan strategi dari perusahaan telekomunikasi kelas dunia.

Indosat mendefinisikan tujuan yang hendak diraih yang tertuang dalam visi perusahaan sebagai berikut:

  • Mempertahankan kepemimpinan pasar dalam jasa telekomunikasi internasional di Indonesia
    Dengan masuknya pemain baru seiring berakhirnya monopoli sebagai penyedia jasa telekomunikasi internasional, Indosat harus berjuang untuk memimpin pasar dengan: 1) mempertahankan pangsa pasar dominan, dan 2) menyediakan jasa yang terbaik, baik dalam kualitas dan jangkauan produk dan jasa.
  • Memperkuat posisinya sebagai perusahaan telekomunikasi berkelas dunia
    Adanya kecendrungan di sektor telekomunikasi menuju swastanisasi perusahaan negara dan dibukanya pasar dunia, yang mengakibatkan masuknya pemain asing dalam industri domestik, menuntut Indosat untuk dapat bersaing dengan perusahaan multinasional. Dengan strategi untuk memasuki pasar global diharapkan dapat: 1) meningkatkan nilai perusahaan melalui ekspansi bisnis , dan 2) meningkatkan citra perusahaan yang memperkuat posisinya di Indonesia.
  • Menjadi pemain global dalam industri telekomunikasi dunia Dalam rangka mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar dan menjadi pemain global, Indosat menaikkan standard sesuai dengan standard yang digunakan oleh perusahaan telekomunikasi multinasional, sebagai operator telekomunikasi global.

3. Filosofi Perusahaan

Perkembangan jasa telekomunikasi internasional di Indonesia yang cepat, seiring pertumbuhan permintaan pada jasa dan jangkauan jasa telekomunikasi, menuntut dipenuhinya kepuasan pelanggan sebagai kunci sukses dalam era kompetisi. Untuk memenuhi hal tersebut, Indosat menerapkan suatu filosofi yang dikenal dengan “Kami Lebih Peduli” atau lebih populer dengan “We Care More”.

 

BAB 3. ANALISA EKSTERNAL PERUSAHAAN

 

3.1.Lingkungan Umum / Remote Environment

Lingkungan ini adalah suatu tingkatan dalam lingkungan eksternal organisasi yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut pada dasarnya di luar dan terlepas dari operasi perusahaan.

  1. Faktor Ekonomi Krisis moneter yang kemudian disusul dengan tejadinya krisis ekonomi telah membuat terpuruknya perekonomian Indonesia. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar secara drastis dan fluktuatif, banyak menyulitkan perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang terutama diakibatkan pinjaman luar negeri yang besar. Hancurnya sektor keuangan khususnya perbankan dan tingkat suku bunga yang sangat tinggi mencapai 70% telah membuat dunia usaha kesulitan untuk mendapatkan kredit yang memadai untuk mengembangkan usahanya. Krisis ini diperburuk dengan terjadinya krisis kepercayaan, yang mengakibatkan terjadinya penolakan letter of credit oleh pihak luar negeri. Kontraksi ekonomi yang diperkirakan mencapai 13% ditahun 1998 ini, inflasi yang tinggi (menurut data BPS dalam periode Januari-September 1998 inflasi telah mencapai 75%), banyaknya PHK, dan pada gilirannya memperbesar jumlah penduduk miskin. Dengan turunnya pendapatan riel masyarakat maka daya beli masyarakat melemah. Semua masalah diatas sangat menyulitkan bagi dunia usaha di Indonesia saat ini.
  2. Faktor Sosial Kemajuan ekonomi yang pernah terjadi selama periode 1969-1996, telah banyak merubah keadaan sosial di Indonesia. Jasa telekomunikasi pada saat ini telah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, baik untuk dunia usaha maupun di luar dunia usaha. Keberhasilan program Keluarga Berencana juga telah merubah keadaan demografi Indonesia. Jumlah penduduk usia produktif akan terus meningkat, yang tentunya akan semakin banyak memerlukan jasa telekomunikasi dalam kegiatannya . Hal-hal diatas merupakan peluang bagi perusahaan-perusahaan penyedia jasa telekomunikasi.
  3. Faktor Politik Keadaan politik dalam negeri yang masih belum stabil pada saat ini, sedikit-banyak cukup mempengaruhi kegiatan ekonomi nasional. Disusunnya beberapa Undang-Undang, seperti: UU Kepailitan, yang berpengaruh pada perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan; dan UU Persaingan Sehat, untuk bisnis yang bersih, yang ditujukan untuk menghapus praktek monopoli atau pun kartel. Khusus untuk jasa telekomunikasi internasional, pemerintah tetap memberikan komitmen untuk mempertahankan duopoli Indosat-Satelindo hingga tahun 2003. Dengan akan berakhirnya duopoli tersebut, maka diperlukan kesiapan dalam menghadapi munculnya pendatang baru.
  4. Faktor Teknologi Teknologi telekomunikasi merupakan teknologi yang cepat berkembang, seiring dengan berkembangnya industri elektronika dan komputer. Trend teknologi telekomunikasi ini semakin ke arah teknologi digital, semakin besar kapasitas, semakin sederhana perangkatnya, perluasan daya jangkau, keamanan dan privacy lebih baik, personalitas dan penambahan fasilitas yang lain. Evolusi teknologi telekomunikasi saat ini mempunyai kecenderungan untuk beralih via radio, optik atau satelit.
  5. Faktor Ekologi Pada saat ini dunia bisnis semakin dituntut tanggung-jawabnya terhadap lingkungan. Industri telekomunikasi telah mencoba membuat produk yang ramah lingkungan, dan bagi sektor jasa telekomunikasi relatif tidak menghasilkan limbah sama sekali.

 

3.2. Lingkungan Industri

Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki implikasi yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasionalisasi perusahaan.

Menurut Michael Porter dalam bukunya Competitive Strategy, keadaan persaingan dalam suatu industri tergantung lima kekuatan persaingan pokok, yaitu:

  1. Ancaman Masuknya Pendatang Baru Bisnis pertelekomunikasian merupakan bisnis yang dinamik, menarik, multi aspek,dan pelopor dalam ekspansi global. Di sisi lain pelbagai bukti empirik secara tak langsung telah membuktikan bahwa sektor telekomunikasi merupakan sektor bisnis yang paling diminati oleh perusahaan multi nasional dalam kerangka ekspansi dan globalisasinya Ini terjadi baik dalam rangka swastanisasi maupun dalam konteks aliansi strategis antar pelaku di negara maju maupun dalam ekspansi ke negara berkembang. Berdasarkan kebijakan pemerintah struktur pasar jasa telekomunikasi sudah diatur sedemikian rupa sehingga perusahaan-perusahaan yang akan masuk dalam industri ini akan mengalami kesulitan. Modal yang dibutuhkan untuk memasuki industri ini sangat besar, mengingat mahalnya teknologi yang digunakan dan biaya pembangunan jaringan yang luas. Sehingga yang dapat masuk ke industri ini adalah pengusaha-pengusaha bermodal besar ataupun perusahaan-perusahaan raksasa yang telah mapan.Jadi dengan kondisi tersebut di atas, maka kecil kemungkinannya pendatang baru untuk dapat memasuki industri ini, karena banyaknya barrier to entry, yang sengaja dibuat agar tidak meruntuhkan pemain yang sudah ada.
  2. Kekuatan tawar-menawar pembeli Jumlah pelanggan telekomunikasi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yang pada akhir Pelita VIII (2009) diproyeksikan mencapai 21 juta saluran telepon dengan rasio 9 per seratus orang. Kalau dibandingkan misalnya padatahun 1996 Swedia (tertinggi dunia) sudah mencapai 68 per seratus orang, dan hongkong 54 per seratus orang. Pelanggan di Indonesia pada umumnya tidak mempunyai daya tawar yang cukup kuat terhadap jasa telekomunikasi dasar ataupun jasa sambungan langsung internasional, karena tidak punya pilihan sarana telekomunikasi. Dan untuk jasa sambungan bergerak, pelanggan memang cukup banyak pilihan , tetapi hanya terbatas pada pilihan tertentu dan kurang bisa memuaskan pelayanan atas jasanya. Jadi melihat hal di atas jelas potensi pasar jasa telekomunikasi cukup besar dan meningkat dari tahun ke tahun , apalagi di Indonesia banyak potensi pelanggan yang belum digarap.
  3. Kekuatan tawar-menawar pemasok Industri telekomunikasi banyak memakai kabel serat optik, tidak saja untuk jaringan darat, tapi juga di laut. Dengan kemajuan teknologi yang sudah sedemikian pesat, jaringan kabel lama (tembaga) sudah tidak memadai lagi baik untuk mengakomodasi data maupun informasi. Sebenarnya produsen kabel serat optik dalam negeri telah mampu memasok kebutuhan nasional. Namun demikian, hampir sekitar 90% kebutuhan kabel serat optik dalam negeri masih diimpor dari luar negeri, sehingga bergantung pada produsen luar negeri. Kondisi daya tawar perusahaan telekomunikasi Indonesia tidak terlalu lemah, karena pemasoknya terdiri dari banyak perusahaan. Akan tetapi jika terjadi fluktuasi dan pelemahan nilai tukar mata uang dalam negeri, hal ini yang menjadi bumerang terhadap perusahaan.
  4. Ancaman dari barang atau jasa pengganti Telekomunikasi merupakan wahana yang menghubungkan manusia satu dengan manusia lainnya melalui berbagai media telekomunikasi. Sesuai dengan fungsinya tersebut maka jika kita identifikasikan ada beberapa jasa pengganti yang dapat mengambil alih fungsi tersebut dari jasa telekomunikasi, misalnya: jasa transportasi, jasa pos, jasa pers, dan internet. Dari beberapa macam jasa pengganti, berdasarkan kelebihan dan kelemahannya, maka kecendrungan pelanggan akan tetap menggunakan jasa telekomunikasi dalam hal kecepatan dan kemudahan berkomunikasi.
  5. Persaingan di antara perusahaan yang ada Kondisi persaingan industri telekomunikasi Indonesia dipengaruhi oleh aturan mengenai struktur dan bentuk kerjasama antara perusahaan swasta dan BUMN, sesuai dengan UU No 3/1989, adalah sebagai berikut: Perusahaan swasta dapat menyelenggarakan jasa telekomunikasi dasar melalui kerjasama patungan, kerjasama operasi, dan kontrak manajemen dengan PT Telkom dan PT Indosat.

3.3. Lingkungan Operasi

Lingkungan ini meliputi faktor-faktor pada situasi kompetitif yang mempengaruhi sukses perusahaan dalam mendapatkan sumber daya atau dalam keuntungan pemasaran barang dan jasa perusahaan.

  1. Posisi Kompetitif Posisi kompetitif Indosat cukup kuat, sebagai pemimpin pasar, dan hanya menghadapi satu pesaing pada bisnis telekomunikasi internasional yaitu Satelindo. Selain itu juga didukung rangkaian produk dan jasa yang luas, kapasitas dan produktivitas yang memadai, periklanan, dan yang cukup penting citra perusahaan.
  2. Profil Pelanggan Pelanggan dari Indosat meliputi rumah tangga dan kalangan bisnis. Dalam hal ini pemakai utama dari telekomunikasi internasional adalah kalangan bisnis, yang banyak digunakan untuk keperluan usaha. Terpuruknya perekonomian Indonesia yang banyak memacetkan sejumlah besar bisnis, mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan volume pemakaian telekomunikasi internasional.
  3. Pemasok
    Peralatan-peralatan yang digunakan untuk pengadaan telekomunikasi internasional, merupakan peralatan yang bermuatan teknologi tinggi. Sehingga, sebagian besar peralatan tersebut didatangkan melalui pemasok luar negeri. Walaupun posisi daya tawar Indosat cukup kuat, mengingat culup banyaknya jumlah pemasok, namun penurunan nilai tukar Rupiah sangat mempengaruhi besarnya dana yang diperlukan untuk mendatangkan peralatan tersebut. Namun, pendapatan Indosat yang sebagian besar dalam bentuk Dollar, seperti pendapatan incoming call, cukup membantu.
  4. Kreditor
    Dilihat dari struktur kredit-modal, terlihat bahwa Indosat mempunyai struktur yang berimbang, atau antara modal dan kredit jumlahnya sama. Dalam hal ini, mengingat kemampuan Indosat dalam menghasilkan keuntungan maupun asset yang dimilikinya, tidaklah terlampau sulit bagi indosat untuk mendapatkan pinjaman dari kreditor pada jumlah yang memadai.
  5. Sumber Daya Manusia Indosat mempunyai SDM yang cukup baik, 40% komposisinya berpendidikan S-1 ke atas. Selain itu didukung dengan program pelatihan berjenjang sesuai posisinya untuk meningkatkan keahlian.

 

BAB 4. ANALISA STRATEGI PERUSAHAAN

 

4.1. Analisa SWOT

  1. Strength:
    Kekuatan Indosat antara lain terdapat pada: hak duopoli yang dimilikinya, pengalaman mengelola bisnis telekomunikasi internasional, kekuatan manajemen dan budaya perusahaan, rangkaian produk dan jasa yang luas, teknologi yang mutakhir pada peralatannya, kualitas produk dan jasa, serta citra perusahaan yang baik.
  2. Weakness:
    Kelemahan Indosat antara lain terdapat pada: kurangnya kebiasaan bersaing secara ketat akibat kenikmatan hak duopoli yang dimilikinya, rentannya likuiditas perusahaan akibat besarnya kewajiban yang dimilikinya, dan diversifikasi yang berlebihan seperti pada perusahaan anak dan afiliasi yang kurang menguntungkan.
  3. Oppurtunities:
    Peluang bagi Indosat antara lain: besarnya pasar domestik yang belum tergarap, perluasan usaha baru yang melingkupi bisnis inti yang cukup menguntungkan, dan bisnis telekomunikasi global yang cukup menjanjikan.
  4. Threat:
    Ancaman bagi Indosat antara lain: masuknya pendatang baru terutama dari luar negeri sehubungan akan berakhirnya hak duopoli, kompetisi global yang memasuki pasar domestik, dan krisis ekonomi yang melanda Indonesia.

 

4.2. Grand Strategy

Adaptasi pada perubahan lingkungan yang cepat dalam telekomunikasi telah menjadi critical factor bagi Indosat. Peningkatan kompetisi, perubahan teknologi, dan aliansi strategi global , di antara kesemuanya, sedang membentuk pasar telekomunikasi yang akan datang.

Dalam menanggapi tantangan-tantangan baru tersebut Indosat telah membangun cetak biru pertumbuhan, dikenal sebagai Grand Strategy Indosat 2000:

  • Jasa Telekomunikasi Internasional Dasar akan tetap menjadi core business Indosat
  • Peranan regional dan internasional yang telah meningkat sejak 1994
  • Jasa selular dan sistem satelit bergerak saat ini sedang diperluas melalui perusahaan selular lokal dan konsorsium internasional
  • Jasa bernilai-tambah yang meliputi telekomunikasi pada saat ini, integrasi sistem dan informasi multimedia dan hiburan yang melengkapi dan menambah nilai dari jasa core Indosat

 

4.3. Growth Strategy

Indosat berusaha mempertahankan keberadaannya sebagai pemimpin pasar untuk jasa telekomunikasi internasional di Indonesia, memposisikan dirinya sebagai perusahaan telekomunikasi berkelas-dunia, dan menjadi pemain global dalam industri telekomunikasi dunia. Hal ini dicapai melalui Strategi Bisnis “1-plus-3” yang mencoba:

“1” Membangun jasa telekomunikasi internasional melingkupi central core business
Lalu-lintas telekomunikasi internasional Indosat di transmisikan melalui satelit internasional, sistem kabel bawah laut, dan sambungan gelombang mikro, yang kesemuanya menggunakan teknologi digital mutakhir termasuk protokol multimedia canggih. Indosat mengoperasikan empat gerbang internasional di Jakarta, Surabaya, Medan, dan Batam dimana lalu-lintas melewati dari Indonesia ke seluruh dunia, dan sebaliknya. Setelah membangun akses ke satelit yang cukup melalui sembilan stasiun bumi di empat lokasi gerbang melintang Indonesia, Indosat pada saat ini memperluas aksesnya ke kabel serat optik digital bawah laut dengan bergabung ke konsorsium kabel regional dan dunia. Ini semua adalah bagian dari program perluasan yang didesain untuk meningkatkan kapasitas, memperbaiki kualitas, dan menyediakan jasa baru untuk memenuhi perubahan permintaan konsumen.

  1. Partisipasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi domestik
    Indosat memandang investasinya pada infrastruktur telekomunikasi domestik selain sebagai alat untuk memperluas pasar jasa telekomunikasi internasional, juga sebagai sumber pendapatan baru untuk perusahaan. Dua ventura utama Indosat pada lapangan ini adalah PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia sebagai pemegang lisensi operator telekomunikasi di daerah Jawa Tengah, PT Pramindo Ikat Nisantara di Sumatra, dan PT Telekomunikasi Selular Indonesia (Telkomsel), perusahaan join-ventura jasa GSM selular bergerak.
  2. Meningkatkan peranannya dalam telekomunikasi regional dan internasional
    Indosat memulai proyek internasional, melibatkan join-ventura dengan mendasarkan sebagaimana membangun carrierstelekomunikasi internasional. Tujuan utamanya adalah meningkatkan lalu-lintas internasional melalui gerbang perusahaan, memperoleh pendapatan langsung dari proyek dan mendapatkan tambahan keahlian dari pembukaan internasional. Sampai sekarang, Indosat terikat dengan berbagai proyek telekomunikasi termasuk join-ventura dengan entitas telekomunikasi yang bersangkutan dari Kamboja dan Kazakstan dan investasi ekuitas pada jasa selular berbasis PHS di Jepang sebagaimana di USA Global Link dan Alphanet Telecom Inc. Keduanya adalah pemain utama carrier telekomunkasi. Sebagai tambahan, Indosat telah bergabung dengan aliansi internasional seperti Concert and World Partners dan telah ditunjuk sebagai gerbang bagi Sistem Bergerak Global Inmarsat, SAN ICO melayani kawasan Asia Tenggara.
  3. Mengambil diversifikasi terbatas pada bisnis komplementer
    Indosat juga mencoba untuk mendiversifikasi pada daerah di mana keahlian perusahaan dalam telekomunikasi dapat dipergunakan untuk mengoptimumkan efek seperti pada jasa bernilai tambah yang melengkapi bisnis core perusahaan. Jasa –jasa ini tersedia melalui perusahaan anak dan pada saat ini meliputi beberapa jasa pertukaran data elektronik, bank elektronik, multimedia , dan internet

Dengan strategi perusahaan “1+3”, Indosat akan menjadi perusahaan yang merupakan “penyedia jasa penuh” dan “pemimpin bisnis multimedia”.

 

4.4. Analisa Strategi Bisnis Indosat Menghadapi Krisis Ekonomi

Sehubungan dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia, Indosat mengalami masa yang sulit sejak awal 1998 ketika Rupiah terdepresiasi secara drastis. Banyak bisnis di Indonesia yang mengalami kemacetan karena kondisi makro ekonomi, instabilitas politik, dan gejolak sosial. Dilengkapi dengan krisis moneter, situasi ini mempengaruhi pertumbuhan permintaan jasa telekomunikasi internasional di Indonesia. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pertumbuhan volume lalu-lintas lebih lambat, yang memaksa Indosat untuk : lebih berhati-hati dalam kegiatan operasi dan manajemen arus kas terutama mata uang asing, sehubungan komitmen investasi yang jatuh waktu.

Namun demikian tampaknya krisis ekonomi tersebut tidak menurunkan keuntungan Indosat, melainkan menurunkan pertumbuhannya saja. Selama Januari hingga September 1998, incoming dan outgoing calls menigkat masing-masing 4,1% dan 10,3% dari periode sebelumnya. Pertumbuhan yang lamban dari incoming traffic disebabkan turunnya kegiatan bisnis internasional sebagai bagian dari situasi nilai tukar rupiah dan instabilitas politik, menyusul kerusuhan Mei di Jakarta. Indosat masih memproyeksikan pertumbuhan positif lalu-lintas telepon. Pendapatan operasi meningkat 45,6% sedangkan beban operasi meningkat 33%.

Sebagai strategi bisnis dalam menghadapi krisis ekonomi ini, Indosat menerapkan kebijakan, antara lain:

  • Selalu mencari cara yang paling ekonomis menurunkan beban pembelanjaan pada mata uang asing Indosat mengurangi biaya sirkuit dengan menggunakan lebih banyak sirkuit kabel bawah laut ketimbang satelit, yang pada saat ini mencapai 74% dari total bandwith.
  • Melakukan kebijakan konservatif menyangkut situasi krisis ekonomi Indonesia
    Pengalokasian hutang tak tertagih yang cukup besar, meningkat 88,4% dari tahun sebelumnya.
  • Menerapkan kebijakan likuiditas yang berhati-hati Biaya telekomunikasi dan beban perawatan meningkat sebagai dampak melemahnya Rupiah. Namun dalam hal ini pertumbuhan beban operasi diupayakan lebih rendah dari pendapatan operasi, serta meningkatkan profit margin.
  • Melindungi fundamental dasar Indosat dari pengaruh kinerja negatif anak perusahaan
    Untuk menghindari dampak dari kinerja negatif anak perusahaan, maka dilakukan program restrukturisasi diversifikasi bisnis, yang akan memperbaiki posisi keuangan perusahaan dalam jangka pendek dan sesuai dengan strategi jangka panjang.

Dilihat dari hasil-hasil yang dicapai pada kuartal ketiga seperti yang disebutkan di atas, sejauh ini Indosat cukup tepat dalam memilih strategi bisnis maupun penerapannya guna menghadapi krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada saat ini, yang tentunya harus sesuai dengan strategi jangka panjang Indosat seperti yang tertuang dalam Grand Strategy dan Growth Strategy untuk mewujudkan Indosat sebagai perusahaan yang merupakan “penyedia jasa penuh” dan “pemimpin bisnis multimedia”.

 

NAMA: FENI AMBAR WATI

NIM : 01111040

 

SOAL NO 1

PRODUK YANG KURANG BERETIKA

ANTARA KARTU AS & XL

 

Dalam kasus ini banyak produk mulai cara cara yang tidak beretika demi menaikan tingkat jual produk tersebut.

Contoh kasus: Contohnya yang ramai sekarang ini adalah bisnis dalam bidang telekomunikasi. Kita ambil dua merek yaitu “As” dan “XL”

Provider seluler “As” selalu menyindir provider “XL” dalam hal promotion iklan. Dimulai dari keluarnya Sule dari kontrak XL ke As. Provider yang satu ini menyindir provider XL karena dipikir menipu konsumen. Hal seperti ini tidak beretika.

Intinya sebagai iklan yang beretika seharusnya kita mengontrol diri kita sendiri untuk dapat menjalani bisnis dengan baik dengan cara peka dan toleransi. Dengan kata lain, etika bisnis untuk mengontrol bisnis agar tidak tamak. Bahwa itu bukan bagian kita. Walaupun persaingan bisnis yang kian sengit memang mengakibatkan terdistorsinya batas-batas antara right-wrong atau good-bad.

sering sekali kita jumpai praktik bisnis yang menembus area abu-abu.

Belum lagi jika harus berbisnis kepada teman, daerah abu-abu akan semakin nampak jelas terlihat. Karena merasa teman, maka kita berpikir teman akan bisa lebih memaklumi, memaafkan dan mengerti jika ada yang kurang-kurang.

Yang lebih buruk lagi, etika bisnis benar-benar hilang jika berbisnis kepada teman atau saudara.

Padahal yang perlu kita sadari, teman dan saudara itu bisa menjadi media sarana bagi kita untuk dapat melanjutkan kelangsungan hidup bisnis yang kita jalani karena secara tidak langsung mereka bisa menjadi media kita untuk berpromosi kepada khalayak lain.

Dengan berbisnis, diharapkan kita akan membangun network pertemanan yang jauh lebih luas dan komplek. Tapi itu hanya bisa diraih jika dalam berbisnis kita membangun relationship yang sangat bagus.

Maka untuk menjalankan bisnis yang beretika kita harus memulainya dari diri kita sendiri. Jangan sampai ketika bisnis semakin berkembang dan menjadi besar, bisnis yang kita jalani semakin tidak mempunyai etika karena si pemilikpun kurang mengerti etika berbisnis. Walaupun bisnis kita kecil dan dianggap kacangan tetap perlu rambu-rambu etika.

 

SOAL NO 2

REKLAME

 

 

Reklame adalah benda, alat, perbuatan atau media yang menurut bentuk dan corak ragamnya untuk tujuan komersial, dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau memujikan suatu barang, jasa atau orang, ataupun untuk menarik perhatian umum kepada suatu barang, jasa atau orang yang ditempatkan atau yang dapat dilihat, dibaca dan/atau didengar dari suatu tempat oleh umum, kecuali yang dilakukan oleh Pemerintah.

Papan reklame di surabaya banyak sekali jumlahnya. Saking banyaknya, bagai jamur yang tumbuh di musim penghujan.

Para advertiser seakan berlomba menampilkan materi iklan yang menarik di space yang strategis kepada khalayak ramai agar mereka tertarik dan terkesan. Tentu saja business oriented.

Namun, papan reklame di perempatan Pasar Kembang ini agak lain dan unik.

Bukan bentuknya, namun pesan yang disampaikan cukup simpatik. STOP Pergaulan Bebas !

Komentar:

Sebuah pesan yang cerdas., Walaupun foto didalamnya kurang bagus atau kurang pantas untuk dilihat bagi khalayak ramai atau lebih tepatnya para anak-anak karena dari foto tersebut bisa ditiru tetapi bagi masyarakat khususnya remaja sangatlah bagus demi masa depan anak bangsa  dari pergaulan bebas  dan yang akan merusak masa depannya.

feni ambar wati

1. Latarbelakang
Perkembangan teknologi membuat peluang bisnis semakin terbuka luas, termasuk bisnis yang berbasis teknologi internet. Untuk mendulang kesuksesan, sebelum memulainya, semua harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan hingga sasarannya. Salah satu usaha yang berbasis internet tersebut belakangan lebih disebut sebagai toko online. Tempat ini bisa dijadikan sebuah solusi dan terobosan dalam berbagai bidang penjualan karena kemudahannya. “Katakanlah setiap orang mampu berjualan makanan, dengan modal bervariasi . Inilah yang membuat titik jenuh di masyarakat semakin tinggi karena pada akhirnya semua tempat ada penjual makanan. Ciri makanan harus ditingkatkan dan berbeda dengan yang lainnya untuk merekam dan menarik konsumen. “ Nah, ketika semua orang bisa membuat toko online , tentunya dia harus berpikir kreatif bagaimana keluar dari pertempuran persaingan yang jenuh dengan banyak membangun identitas yang khas pula. Dari sekian banyak jenis peluang usaha di internet, secara umum dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok. Salah satunya peluang usaha menjual produk sendiri. Selain itu juga dapat menjual produk atau memasarkan produk orang lain (affiliate program) . Pemilik produk bisa dari Indonesia ataupun luar negeri.Komisi yang didapat untuk affiliate program cukup besar antara 25 sampai 75 persen. Kelompok peluang usaha dapat berupa pengelolaan situs iklan ( contextual advertising). Pada jenis ini dapat mengelola situs atau blog yang memiliki konten dengan topik tertentu dan menampilkan iklan yang relevan dengan topic situs.

Sejarah Bisnis Online

Bisnis online atau lebih dikenal dengan E-commerce adalah bisnis yang dijalankan secara online biasanya menggunakan jaringan internet sedangkan informasi yang akan disampaikan biasanya menggunakan media website. Bisnis online hampir sama seperti kegiatan bisnis yang kita kenal sehari-hari. Bisnis online telah ada sejak lama, tetapi menurut catatan yang ada dimulai pada dekade tahun 1980-an ketika pertukaran data elektronik diciptakan, yang membantu perusahaan untuk melaksanakan transaksi dalam perdagangan internasional, terutama impor dan ekspor dari suatu negara ke negara lainnya. Penggunaan bisnis online ketika itu masih dilakukan secara sederhana dengan menggunakan e-mail.
E-mail adalah singkatan dari Electronic Mail yang berarti surat elektronik. E-mail merupakan sistem yang memungkinkan pesan berbasis teks untuk dikirim dan diterima secara elektronik melalui beberapa komputer atautelepon seluler. Lebih spesifik lagi, e-mail diartikan sebagai cara pengiriman data, file teks, foto digital atau file audio dan video dari satu komputer ke komputer lainnya dalam suatu jaringan komputer.
Pada dekade tahun 1990-an bisnis online ini semakin berkembang. Menurut catatan yang ada dipelopori oleh perusahaan yang membeli barang dari computer dalam bentuk Compuserve pada tahun 1992.
Tahun 1995 tidak bisa dilupakan karena sebagai awal bisnis online mendunia yang diprakarsai oleh dua raksasa dari Amazon dan Ebay yang memanfaatkan bisnis online dalam perdagangan internasional, impor dan ekspor. Langkah ini diikuti oleh Infact pada tahun 1999 dengan melakukan penjualan ritel di internet. Setelah itu bisnis online semakin berkembang, tidak saja di manca negara tetapi juga di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, bisnis online ditengarai muncul pertama kali pada dekade tahun 1990-an. Tidak ada catatan yang pasti siapa yang pertama kali menggunakan jaringan online dalam melaksanakan bisnisnya.
Jenis Bisnis Online
Ada berbagai macam bisnis online yang dilakukan melalui media internet. Sebagian orang banyak yang belum mengetahui tentang bisnis yang bisa dijalankan di internet. Sebenarnya banyak macam dan jenis pekerjaan atau bisnis yang bisa di jalankan di internet. Baik yang jenisnya serius atau hanya sekedar hobi yang bisa menghasilkan uang.
Berikut ESC Creation memberikan sedikit gambaran beberapa bisnis atau pekerjaan yang bisa menghasilkan pendapatan atau uang dari internet untuk pemula dan biasa di kerjakan untuk menambah penghasilan di internet, seperti Affiliate Marketing, Referral Business, Referral Iklan, Referral Produk /Jasa, PTC (Pay To Click), dan sebagainya.

 

2. Metode Pengembangan Bisnis Online

Keberadaan dan eksistensi sebuah bisnis online akan mampu bertahan lama jika kita bisa mengabungkannya dengan dunia nyata sebab kredibilitasnya akan ikut berperan. Ini memang berlaku untuk selalu diingat pemain skala kecil misalnya para UKM lokal yang terkadang melupakan cara konvesional dan fokus kepada media online saja.
Jadi seperti yang pernah disinggung sebelumnya kebanyakan mereka yang berhasil adalah mereka yang sudah memiliki pijakan dengan berkecimpung terlebih dahulu secara offline dan pastinya sudah memiliki pondasi yang kuat. Tapi itu tadi semua tergantung jenis bisnis onlinenya seperti apa dulu.
3. Perkembangan Bisnis

Bisnis online di Indonesia telah mengalami perkembangan yang pesat dalam satu dekade terakhir. Hal ini didorong oleh perkembangan komputer yang demikian pesat dan perkembangan kelistrikan di Indonesia. Banyaknya kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan bisnis online, sehingga berkembang dengan pesat. Dalam memulai bisnis secara online harus memiliki persyaratan tertentu, diantaranya PPC, TLA, Bisnis Affiliate, PTR, dan lain sebagainya.
Bisnis online memiliki prospek yang cukup besar padasaat ini dan dimasa mendatang dimana hampir semuaorang menginginkan kepraktisan dan kemudahan dalam hal memenuhi kebutuhan. Banyak orang menginginkan dapat membangun suatu kerajaan bisnis online sendiri, tidak dipungkiri banyak orang yang meraih kesuksesan dalam menjalankan bisnis online tetapi tidak sedikit yang berhenti ditengah jalan sebelum mendapatkan sesuatu yang diharapkan.

 

4. A. Desain Web

saat ini di indonesia sedang Booming,untuk itu bagi teman2 yang ingin mencoba untuk memulainya alangkah baiknya untuk lebih berhati-hati sebelum memutuskan untuk begabung disalah satu bisnis yang akan kita jalani seperti pepatah “Teliti Sebelum Membeli”.hal ini perlu kita lakukan agar kita jangan mudah terbuai dengan iming iming surgawi yang menyesatkan,yang mengakibatkan investasi kita hilang tanpa menhasilkan sesuatu yang kita harapkan. banyak banget para pebisnis pemula yang sudah tertipu oleh banyak iming2 di internet. banyak juga orang yang mengatakan bisnis internet itu hanyalah tipuan, itu juga salah. maka dari itu sebaiknya anda dan kita semua selalu hati-hati sebelum bertindak. apalagi dimasa sekarang ekonomi yang sulit membuat orang melakukan apa saja untuk mendapatkan keuntungan.

B. Pengunjung

Ini berkaitan dengan point sebelumnya, dengan mencari orang yang mau berkunjung dengan sebanyak-banyaknya dan promosi dalam jumlah yang besar. maka semakin banyak orang yang mau mengunjungi bisnis anda sehingga bisnis anda banyak yang mengikuti dan hasil pendapatan yang anda dapat cukup besar.

C. Content

Analisis isi dapat digunakan untuk menganalisis semua bentuk komunikasi. Baik surat kabar, berita radio, iklan televisi maupun semua bahan-bahan dokumentasi yang lain. Hampir semua disiplin ilmu sosial dapat menggunakan analisis isi sebagai teknik/metode penelitian. Holsti menunjukkan tiga bidang yang banyak mempergunakan analisis isi, yang besarnya hampir 75% dari keseluruhan studi empirik, yaitu penelitian sosioantropologis (27,7 persen), komunikasi umum (25,9%), dan ilmu politik (21,5%).
Sejalan dengan kemajuan teknologi, selain secara manual kini telah tersedia komputer untuk mempermudah proses penelitian analisis isi, yang dapat terdiri atas 2 macam, yaitu perhitungan kata-kata, dan “kamus” yang dapat ditandai yang sering disebut General Inquirer Program.

KASUS PELANGGARAN ETIKA BISNIS

PT.MAJU TERUS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Feni Ambar Wati

NIM : 01111040

 

 

Jurusan Akuntasi

Fakultas Ekonomi

Universitas Narotama

Surabaya

2012

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

         Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Kuasa karena dengan rahmat dan petunjuknya kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini kami susun dengan harapan dapat menjadi pedoman semua Mahasiswa. Selain itu, makalah ini bermanfaat untuk Universitas Narotama Mahasiswa. Akhirnya hanya kepada Allah makalah ini bisa terselesaikan dengan seksama dan kesalahan dalam makalah ini mohon di maafkan sebesar-besarnya.

 

DAFTAR  ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah…………………………………………………………… 4

1.2 Batasan Masalah…………………………………………………………………… 4

1.3 Tujuan……………………………………………………………………………… 4

BAB II ISI

2.1 Pengertian monopoli………………………………………………………………. 5

2.2 Jenis monopoli…………………………………………………………………….. 5

2.3 Ciri pasar monopoli……………………………………………………………….. 6

2.4 Undang-undang tentang monopoli………………………………………………… 6

2.5 Contoh Kasus……………………………………………………………………… 7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan dan Saran…………………………………………………………… 8

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kita mengenal beberapa perusahaan monopoli di Indonesia. Perusahaan-perusahaan n kami dalam tujuan tersebut diberi mandat untuk menyediakan kebutuhan masyarakat di Indonesia. Salah satu Perusahaan tersebut adalah PT.MAJU TERUS. PT.MAJU TERUS merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diberikan mandat untuk menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia. Seharusnya sudah menjadi kewajiban bagi PT.MAJU TERUS untuk memenuhi itu semua, namun pada kenyataannya masih banyak kasus dimana mereka merugikan masyarakat. Kasus ini menjadi menarik karena disatu sisi kegiatan monopoli mereka dimaksudkan untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945 Pasal 33, namun disisi lain tindakan PT.MAJU TERUS justru belum atau bahkan tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana PT.MAJU TERUS sebagai perusahaan monopoli berkaitan dengan etika bisnis, disertai beberapa contoh kasus yang pernah ada.

1.2 Batasan Masalah Dalam makalah ini hanya dibahas tentang pelanggaran berkaitan dengan etika bisnis yang dilakukan oleh PT.MAJU TERUS.

1.3 Tujuan Adapun maksud dan tujuan kami dalam penulisan makalah ini adalah untuk melengkapi syarat dalam mata kuliah Etika Bisnis, untuk memperkenalkan pelanggaran yang dilakukan oleh PT.MAJU TERUS kepada para mahasiswa untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

ISI

2.1 Pengertian monopoli

Monopoli adalah suatu situasi dalam pasar dimana hanya ada satu atau segelintir perusahaan yang menjual produk atau komoditas tertentu yang tidak punya pengganti yang mirip dan ada hambatan bagi perusahaan atau pengusaha lain untuk masuk dalam bidan industri atau bisnis tersebut. Dengan kata lain, pasar dikuasai oleh satu atau segelintir perusahaan, sementara pihak lain sulit masuk didalamnya. Karena itu, hampir tidak ada persaingan berarti.

Secara umum perusahaan monopoli menyandang predikat jelek karena di konotasikan dengan perolehan keuntungan yang melebihi normal dan penawaran komoditas yang lebih sedikit bagi masyarakat, meskipun dalam praktiknya tidak selalu demikian. Dalam ilmu ekonomi dikatakan ada monopoli jika seluruh hasil industri diproduksi dan dijual oleh satu perusahaan yang disebut monopolis atau perusahaan monopoli.

2.2 Jenis monopoli

  • Ada dua macam monopoli alamiah dan  monopoli artifisial.
  1. Monopoli alamiah lahir karena mekanisme murni dalam pasar. Monopoli ini lahir secara wajar dan alamiah karena kondisi objektif yang dimiliki oleh suatu perusahaan, yang menyebabkan perusahaan ini unggul dalam pasar tanpa bisa ditandingi dan dikalahkan secara memadai oleh perusahaan lain. Dalam jenis monopoli ini, sesungguhnya pasar bersifat terbuka. Karena itu, perusahaan ain sesungguhnya bebas masuk dalam jenis industri yang sama. Hanya saja, perusahaan lain tidak mampu menandingi perusahaan monopolistis tadi sehingga perusahaan yang unggul tadi relatif menguasasi pasar dalam jenis industri tersebut.
  2. Monopoli artifisial. Monopoli ini lahir karena persekongkolan atau kolusi politis dan ekonomi antara pengusaha dan penguasa demi melindungi kepentingan kelompok pengusaha tersebut. Monopoli semacam ini bisa lahir karena pertimbangan rasional maupun irasional. Pertimbangan rasional misalnya demi melindungi industri industri dalam negeri, demi memenuhi economic of scale, dan seterusnya. Pertimbangan yang irasional bisa sangat pribadi sifatnya dan bisa dari yang samar-samar dan besar muatan ideologisnya sampai pada yang kasar dan terang-terangan. Monopoli ini merupakan suatu rekayasa sadar yang pada akhirnya akan menguntungkan kelompok yang mendapat monopoli dan merugikan kepentingan kelompok lain, bahkan kepentingan mayoritas masyarakat.

2.3 Ciri pasar monopoli

  • Adapun yang menjadi ciri-ciri dari pasar monopoli adalah:
  1. Pasar monopoli adalah industri satu perusahaan. Dari definisi monopoli telah diketahui bahwa hanya ada satu saja perusahaan dalam industri tersebut. Dengan demikian barang atau jasa yang dihasilkannya tidak dapat dibeli dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain, kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan monopoli tersebut. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya ditentukan oleh perusahaan monopoli itu, dan konsumen tidak dapat berbuat suatu apapun didalam menentukan syarat jual beli.
  2. Tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli tidak dapat digantikann oleh barag lain yang ada didalam pasar. Barang-barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang seperti itu dan tidak terdapat barang mirip yang dapat menggantikan.
  3. Tidak terdapat kemungkinan untuk masuk kedalam industri. Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan yang mempunyai kekuasaan monopoli. Keuntungan perusahaan monopoli tidak akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain memasuki industri tersebut.
  4. Dapat mempengaruhi penentuan harga. Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual didalam pasar, maka penentuan harga dapat dikuasainya. Oleh sebab itu perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga.
  5. Promosi iklan kurang diperlukan. Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan didalam industri, ia tidak perlu mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan. Walau ada yang menggunakan iklan, iklan tersebut bukanlah bertujuan untuk menarik pembeli, melainkan untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.

2.4 Undang-undang

Undang-undang tentang monopoli Terlepas dari kenyataan bahwa dalam situasi tertentu kita membutuhkan perusahaan besar dengan kekuatan ekonomi yang besra, dalam banyak hal praktik monopoli, oligopoli, suap, harus dibatasi dan dikendalikan, karena bila tidak dapat merugikan kepentingan masyarakat pada umumnya dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Strategi yang paling ampuh untuk itu, sebagaimana juga ditempuh oleh Negara maju semacam Amerika, adalah melalui undang-undang anti-monopoli. Di Indonesia untuk mengatur praktik monopoli telah dibuat sebuah undang-undang yang mengaturnya. Undang-undang itu adalah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Undang-undang ini menerjemahkan monopoli sebagai suatu tindakan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha. Sedangkan praktik monopoli pada UU tersebut dijelaskan sebagai suatu pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi dan atau pemasaran atas barang dan atau jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum. UU ini dibagi menjadi 11 bab yang terdiri dari beberapa pasal.

 

 

2.5 Contoh Kasus

PT.MAJU TERUS adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan listrik nasional. Hingga saat ini, PT.MAJU TERUS masih merupakan satu-satunya perusahaan listrik sekaligus pendistribusinya. Dalam hal ini PT.MAJU TERUS sudah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat, dan mendistribusikannya secara merata. Usaha PT.MAJU TERUS termasuk kedalam jenis monopoli murni. Hal ini ditunjukkan karena PT.MAJU TERUS merupakan penjual atau produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang pengganti yang dekat, serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang mereka kehendaki. Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Sehingga. Dapat disimpulkan bahwa monopoli pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara. Pasal 33 mengamanatkan bahwa perekonomian Indonesia akan ditopang oleh 3 pemain utama yaitu koperasi, BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan swasta yang akan mewujudkan demokrasi ekonomi yang bercirikan mekanisme pasar, serta intervensi pemerintah, serta pengakuan terhadap hak milik perseorangan. Penafsiran dari kalimat “dikuasai oleh negara” dalam ayat (2) dan (3) tidak selalu dalam bentuk kepemilikan tetapi utamanya dalam bentuk kemampuan untuk melakukan kontrol dan pengaturan serta memberikan pengaruh agar perusahaan tetap berpegang pada azas kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Contoh kasus monopoli yang dilakukan oleh PT.MAJU TERUS adalah:

  1. Fungsi PT.MAJU TERUS sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT.MAJU TERUS. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT.MAJU TERUS sendiri. 2. Krisis listrik memuncak saat PT.MAJU TERUS Perusahaan Listrik Negara (PT.MAJU TERUS) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang. Dikarenakan PT.MAJU TERUS memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan listrik masyarakat sangat bergantung pada PT.MAJU TERUS, tetapi mereka sendiri tidak mampu secara merata dan adil memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya daerah-daerah yang kebutuhan listriknya belum terpenuhi dan juga sering terjadi pemadaman listrik secara sepihak sebagaimana contoh diatas. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat, dan investor menjadi enggan untuk berinvestasi. Monopoli PT.MAJU TERUS ditinjau dari teori etika deontologi Konsep teori etika deontologi ini mengemukakan bahwa kewajiban manusia untuk bertindak secara baik, suatu tindakan itu bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri dan harus bernilai moral karena berdasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Etika deontologi sangat menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang baik dari pelaku. Dalam kasus ini, PT.MAJU TERUS (Persero) sesungguhnya mempunyai tujuan yang baik, yaitu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Akan tetapi tidak diikuti dengan perbuatan atau tindakan yang baik, karena PT.MAJU TERUS belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara adil dan merata. Jadi menurut teori etika deontologi tidak etis dalam kegiatan usahanya.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan:

Dari pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa PT.MAJU TERUS Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah melakukan tindakan monopoli, yang menyebabkan kerugian pada masyarakat. Tindakan PT.MAJU TERUS ini telah melanggar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Saran :

Untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat secara adil dan merata, ada baiknya Pemerintah membuka kesempatan bagi investor untuk mengembangkan usaha di bidang listrik. Akan tetapi Pemerintah harus tetap mengontrol dan memberikan batasan bagi investor tersebut, sehingga tidak terjadi penyimpangan yang merugikan masyarakat. Atau Pemerintah dapat memperbaiki kinerja PT.MAJU TERUS saat ini, sehingga menjadi lebih baik demi tercapainya kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat banyak sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

http://lppcommunity.wordpress.com/2009/01/08/etika-bisnis-monopoli-kasus-pt-perusahaan-listrik-negara/ Diakses tanggal 1 Oktober 2012, pukul 16.00 WIB.

http://bekasinews.com/serba-sebi/opini/1422-pemadaman-listrik-pt-pln-menjual-barang-yang-cacat-produk.html Diakses tanggal 1 Oktober 2012, pukul 15.30 WIB.

http://news.okezone.com/read/2008/06/20/220/120494/220/monopoli-pln Diakses tanggal 1 Oktober 2012, pukul 16.30 WIB.

http://www.ptpjb.com/iframe_news_content.php?n=579 Diakses tanggal 1 Oktober 2012, pukul 15.30 WIB.

 

Perbedaan

Umum

Khusus

ETIKA adalah
Ilmu yang

membahas
perbuatan baik

dan
perbuatan buruk

manusia
sejauh yang dapat

dipahami
oleh pikiran

manusia.

 

1.
Pengendalian diri

2.
Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)

3.
Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh

pesatnya
perkembangan informasi dan teknologi

4.
Menciptakan persaingan yang sehat

5.
Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”

3. Etika
Teleologi

 

 Sopan
santun terhadap orang tua dan orang lain, mengikuti norma atau nilai-nilai
budaya, menghormati orang yang lebih tua. 

 

Moral
secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi
individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi.

perbuatan/tingkah
laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. apabila yang
dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat
tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka
orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral
adalah produk dari budaya dan Agama.

 

a. Menyangkut kegiatan-kegiatan yang
dipandang baik atau buruk, benar atau salah, tepat atau tidak tepat.

b. Sesuai dengan kaidah-kaidah yang
diterima, menyangkut apa yang dianggap benar, baik, adil dan pantas.

c. Memiliki:

Ø Kemampuan untuk
diarahkan oleh (dipengaruhi oleh) keinsyafan benar atau salah.

Ø Kemampuan untuk
mengarahkan (mempengaruhi) orang lain sesuai dengan kaidah-kaidah perilaku
nilai benar dan salah.

d. Menyangkut cara seseorang
bertingkah laku dalam berhubungan dengan orang lain.

 

 

Nilai

adalah
sesuatu yang

berharga,
bermutu,

menunjukkan
kualitas, dan

berguna

bagi
manusia. Sesuatu itu

bernilai
berarti sesuatu itu

berharga
atau berguna

bagi
kehidupan manusia.

 

a. Nilai
material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi kehidupan jasmani manusia
atau kebutuhan ragawi manusia. b. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang
berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. c. Nilai
kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia. Nilai
kerohanian meliputi 1) Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (rasio, budi,
cipta) manusia. 2) Nilai keindahan atau nilai estetis yang bersumber pada
unsur perasaan(emotion) manusia. 3) Nilai kebaikan atau nilai moral yang
bersumber pada unsur kehendak (karsa,Will) manusia.

 

suatu bagian
dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari
manusia.moral selalu berhubungan dengan nilai, tetapi tidak semua nilai
adalah nilai moral. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia.
Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan kita
sehari-hari.

 

Norma atau
kaidah adalah

ketentuan-ketentuan
yang

menjadi
pedoman dan

panduan
dalam bertingkah

laku di
kehidupan

masyarakat

a. Norma
agama/religi

b. Norma
moral/kesusilaan. – Norma yang berkaitan dengan aspek kehidupan antarpribadi,
yaitu

c. Norma adat/kesopanan.

d. Norma hukum

 

a. Norma
agama, yaitu peraturan hidup manusia yang berisi perintah dan larangan yang
berasal dari TUHAN.

b. Norma
moral/kesusilaan, yaitu peraturan/kaidah hidup yang bersumber dari hati
nurani dan merupakan nilai-nilai moral yang mengikat manusia.

c. Norma
kesopanan, yaitu peraturan/kaidah yang bersumber dari pergaulan hidup antar
manusia.

d. Norma
hokum, peraturan/ kaidah yang diciptakan oleh kekuasaan resmi atau Negara
yang sifatnya mengikat dan memaksa.

 

 

 

Optimisasi mesin pencari (bahasa Inggris: Search Engine Optimization, biasa disingkat SEO) adalah serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Tujuan dari SEO adalah menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.

Sejalan dengan makin berkembangnya pemanfaatan jaringan internet sebagai media bisnis, kebutuhan atas SEO juga semakin meningkat. Berada pada posisi teratas hasil pencarian akan meningkatkan peluang sebuah perusahaan pemasaran berbasis web untuk mendapatkan pelanggan baru. Peluang ini dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menawarkan jasa optimisasi mesin pencari bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki basis usaha di internet.

DEFINISI BING

Situs pencarian atau search engine merupakan menu wajib yang patut diketahui oleh pengguna internet. Melalui situs ini pengguna bisa mencari informasi. Baik berupa alamat situs, gambar, video bahkan e-book.

Bing merupakan mesin pencari (search engine) website yang bernaung di bawah bendera Microsoft. Bing ini merupakan bentuk reinkarnasi yang dilakukan Microsoft terhadap ketiga mesin pencari produksinya terdahulu, yakni Live Search, Windows Live Search, dan MSN Search. Produk mesin pencari yang baru ini secara resmi dilucurkan pada tanggal 3 Juni 2009 menggantikan mesin pencari sebelumnya, yaitu Live Search. Bing diciptakan dengan menggunakan suatu teknologi, yakni teknologi PowerSet. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk memperoleh hasil pencarian yang lebih akurat. Di samping itu, Bing dilengkapi dengan kemampuan untuk menyimpan dan membagi historis pencarian melalui Windows Skydrive, Facebook, dan e-mail. Bing mengelompokkan pencarian berdasarkan empat kategori, yaitu :

  1. Web untuk pencarian halaman situs atau website.
  2. Images untuk pencarian gambar.
  3. News untuk pencarian berita.
  4. xRank untuk pencarian siapa dan apa yang paling banyak dicari oleh pengguna bingBing.

Google menjadi rujukan para pengguna situs pencarian. Kemudahan pencarian, pengelompokan yang terstruktur, alternatif pencarian yang disarankan dan fitur-fitur lain membuat situs ini digemari. Google telah menjadi raksasa search engine. Bahkan Yahoo dan Live search tidak dapat menyaingi kepopuleran Google.

Saat ini telah hadir situs pencarian baru buatan Microsoft. Bing, sebuah nama yang unik bahkan terkesan tanpa arti. Diperkenalkan tanggal 28 Mei 2009 oleh Steve Ballmer (CEO Microsoft), situs ini mulai menjadi pusat perhatian. Situs pencarian ini bisa diakses melalui alamat http://www.bing.com/

Ada tiga tujuan yang ingin dicapai dengan pembuatan Bing. Yaitu :

  • Menampilkan hasil pencarian terbaik dan cukup satu klik untuk menampilkan informasi
  • Membuat pencarian menjadi lebih terorganisir agar hasil maksimal
  • Mempemudah dan mempersingkat pencarian dengan alat bantuan dan semuanya bermuara pada kata kunci untuk pengambilan keputusan.

Apakah search engine ini akan menjadi pesaing utama Google ?

Dari sisi tampilan, Bing mirip dengan Google. Hanya menampilkan textbox untuk menuliskan kata yang akan dicari. Bing menampilkan gambar yang berbeda setiap diakses sebagai wallpaper pada browser pengguna.

Menu tambahan masih sederhana. Hanya ada menu advanced search sederhana . Ditambah menu untuk memilih data yang diakses. Seperti Web, Images dan News. Selain itu ada menu extras yang berisi menu untuk mengatur seting model pencarian dan blog tentang Bing.

Hal unik pada Bing salah satunya adalah menampilkan “ringkasan” suatu situs yang muncul pada halaman pencarian. Adanya ringkasan mempermudah pengguna untuk mengetahui isi situs sebelum mengklik link situs itu.

Apa keunggulan utama yang ditawarkan Bing ?

Diakui oleh Microsoft bahwa Bing tidak sama seperti Google. Menurut Microsoft, Bing dibuat dengan algoritma berbeda dibandingkan situs pencarian lainnya. Bing lebih ditekankan sebagai “Decision Engine”. Artinya pengguna akan mendapatkan informasi yang lebih mendalam dengan cara lebih sederhana dalam melakukan pencarian informasi tertentu.

Saat ini decision engine hanya fokus empat kebutuhan pengguna. Yaitu situs belanja (shopping), perencanaan perjalanan (travelling), kesehatan (health) dan mencari situs bisnis lokal tertentu (local business).

Decision engine akan menampilkan informasi secara lengkap dan terinci. Misal untuk kesehatan. Ketika pengguna melakukan pencarian tentang diabetes, maka akan ditampilkan link yang berhubungan dengan diabetes. Disamping itu Bing akan memberikan informasi khusus tentang situs yang berhubungan tentang diabetes seperti gejala, pengaruh pada ibu hamil, obat dan sebagainya.

Auto-Suggest : Menawarkan alternatif pencarian secara cerdas dan terarah
Instant Answers : Menampilkan hasil pencarian secara cepat dan tepat
Best Match : Menampilkan link dan informasi yang berguna berdasarkan pencarian
Related Searches : Menampilkan informasi yang lebih mendalam
Deep Links : Menampilkan akses langsung pada situs yang dituju
Quick View : Menampilkan ringkasan suatu situs sebelum pengguna bisa mengklk.
Smart Video Preview : Menampilkan video selama 30 detik sebelum memilih
Infinite Scroll : Menampilkan gambar tanpa membuka halaman baru
Quick Tabs : Kustomisasi hasil pencarian

 

DEFINISI ALEXA

Alexa rank adalah sistem ranking suatu situs, baik weblog maupun website, yang berdasarkan pada beberapa kriteria. Sistem ini dikawal oleh sebuah website bernama alexa.com , yang merupakan salah satu anak perusahaan dari Amazon.

Tidak seperti Google, dimana pagerank dikalkulasikan dari jumlah backlink berkualitas, rank Alexa utamanya didasarkan pada jumlah traffic yang diterima oleh blog/website dengan periode tiga bulanan. Data diterima dari meta key yang telah tertanam di suatu website (seperti script Google Analytics atau MyBlogLog), dari toolbar Alexa, maupun dari sumber dan tool lain.

Berikut beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai Alexa Rank System :
1. Kalkulasi data didasarkan pada data history traffic dalam periode tiga bulanan.
2. Data utama berasal dari statistik Alexa Toolbar .
3. Semakin rendah angka yang diperoleh, semakin tinggi rank/peringkatnya.
4. Rank di-update setiap hari.
5. Terdapat pula angka capaian rank khusus oleh suatu blog/website di suatu negara.
6. Rank di atas 100.000 di anggap tidak memiliki reliabilitas.

Salah satu alasan untuk ikut dalam sistem rank Alexa adalah untuk melihat sejauh mana perkembangan blog dan kualitas trafficny. Selain itu, beberapa situs juga menggunakan patokan Alexa rank untuk mengetahui bobot suatu blog. Misalnya reviewme.com , sebuah situs penghubung advertiser dan publisher dengan sistem paid per review-nya. Ada pula beberapa alasan lain misalnya sebagai kebanggaan atas capaian yang diperoleh atau sebagai tolok ukur berhasil tidaknya sebuah usaha peningkatan daya tarik suatu blog/website.
Berada di tingkat di atas satu jutaan mungkin tidak jadi masalah. Namun bagi kalian yang ingin peringkat/rank Alexa kalian naik pesat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Sebelumnya pastikan dahulu kalian telah mendaftarkan blog di Alexa .

1. Seperti yang telah dibahas di atas, Alexa rank juga bergantung pada statistik Alexa Toolbar.

2. Pasang salah satu widget Alexa . Meskipun Alexa tidak pernah menyebutkan bahwa widget ini berpengaruh pada statistik, namun menurut gue widget ini berpengaruh Alasannya adalah setiap hari widget ini melakukan ‘interaksi’ update dengan sistem statistik Alexa . Hal ini menunjukkan adanya ‘komunikasi’ dan data yang terkirim dari blog ke Alexa . Jika ini benar, maka penggunaan widget ini justru lebih ampuh dari penggunaan Toolbar. Yang ingin memasang widget

3. Meskipun yang terakhir, hal ini yang paling penting: Traffic. Karena statistik alexa berdasarkan traffic, maka pendongkrak rank terbesar tentu saja adalah traffic tersebut Semakin besar traffic, semakin naik peringkat atau ranknya.